Keberhasilan dan Kegagalan ala SBY dan Mega
Saya sebenernya ada banyak yang ingin diungkapin mengenai dua orang ini. Tapi males.
Saya sebenernya ada banyak yang ingin diungkapin mengenai dua orang ini. Tapi males.
[Intro]
Saat aku tertawa di atas semua
Saat aku menangisi kesedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang
Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan
Ku kan slalu memujamu
Meski ku tak tau lagi
Engkau ada di mana
Dengarkan aku ku merindukanmu
Saat aku mencoba merubah sgalanya
Saat aku meratapi kekalahanku
[Interlude]
Dengarkan aku ku merindukanmu-
Hari ini hari Minggu euy… Asiknya… Tapi besok hari Senin lo … Yahhh senin lagi.
Hari ini aku ngga kemana-mana, apalagi turut ayah ke kota. Nggak lah. Naik delman istimewa ngga ? Nggak. Duduk di muka ? Nggak !!! Nggak sopan banget pertanyaannya. Pokoknya aku ngga kemana-mana.
Ada yang heboh di kampusku kemarin. Almamaternya memang orange. Ganti warna ceritanya. Semasa aku kuliah sih masih warna biru. Kurang ngejreng kali…
Pagi-pagi, kubuka pintu depan rumah. Whuaaa…. kulihat sandalku jebat semua. Ga tanggung-tanggung. Kanan jebat. Kiri jebat. Bullshit. Ulah siapa gerangan ini ?? Darah mulai naik memenuhi otak. Sumpah serapah hampir keluar dari mulutku. Otak sudah mengumpulkan kosakata hitamnya. Siap mengabsen seisi Gembiraloka ditambah Ragunan. Tapi ga jadi dikeluarkan. Masih ingat, ini bulan syawal, dosa baru dihapus kemarin. Baru mulai dari enol. Kekacauan tidak berhenti disitu saja. Suasana amburadul dan semrawut bertebaran di halaman depan. Sampah plastik, kertas, bekas bungkusan terserak kemana-mana. Di teras, tanah, sampah, dan debu gak karuan.
Masih ingat dengan resa, kan? Ituh, anjing tetangga temennya mobi. Nama yang sudah kita sepakati untuk menamai anjing baru milik juragannya mobi.
Berlainan dengan mobi, resa ini sukanya bikin heboh. Mobi yang manutan, tunduk patuh kepada orang tua. Lhah kalo resa ini lincah. Main seruduk sana seruduk sini. Lincahnya menjurus ke norak danĀ bikin ulah. Dahulu belum ketahuan sifat aslinya ini. Karena memang masih dirantai sama si juragannya. Tetapi setelah dilepas. Wuhh… terbukalah semua karakternya.
puasa membawa berkah,
ada nikmat yang sangat aku rasakan bulan puasa kali ini. menurunkan berat badan adalah salah satunya. awal masuk bulan puasa masih tercatat 70 kg. itupun kalo sudah b a b. kadang-kadang nembus nyampe 73 kg. (heu heu heu)
hari demi hari puasa aku mengurangi asupan karbohidrat. yang utama adalah nasi. nasi katanya orang-orang kebanyakan karbohidrat sama glukosa. jadi cenderung diubah menjadi lemak, kalau tidak dibakar habis. untuk buka, standar porsi nasi kucing lebih dikit, sayur ala kadarnya. plus minumnya teh. sering juga buka puasa bareng di masjid. dengan menu yang ngga beda jauh dengan yang tadi. tehnya biasa aja, ngga pake teh langsing-langsingan. dan sahurnya, dua potong roti tawar. air putih semalem satu botol aqua gede.
tadi pagi, aku timbang berat badanku. ciao..!!! , berita gembira. 66 kg bo’. tau nih bisa bertahan ngga. moga aja nyampe 60 kg. bisa ringan dunia nih…, padahal sama sekali belum olahraga bulan ini. renang engga, lari engga, angkat beban juga engga.
tadi malam, minggu malam kami nonton tv. karena remot dipegang keponakan, dia milih metro yang acara waktu itu adalah golden way – presentasi motivasi pak mario teguh. andaikan aku yang megang pasti milih tayangan live formula satu — dimana akhirnya memunculkan juara dunia baru, sebastian vettel.
mengenai pak mario teguh tentu sebagian besar dari kita sudah pada tau. tapi untuk saya, beliau kurang saya kenal. seringnya saya membaca artikel di webnya andri wongso. dahulu saya juga suka mendengarkan ceramah motivasi spiritualnya aa’ gym.
malam itu, pak mario menyampaikan mengenai “menyikapi perbedaan” dibungkus dengan titel manis ebony dan ivory. pak mario memberikan pemahaman baru dalam memandang sebuah hal. yang sempat saya catat salah satunya adalah sebuah pepatah ini : habis manis sepah dibuang.
habis manis sepah dibuang adalah hal yang wajar terjadi. baik itu di perusahaan, di kantor kecil, di tempat manapun adalah hal yang wajar. dan sewajarnya yang sudah ngga bagus dibuang kan ?
nah, kiatnya adalah bagaimana kita bisa tetep manis. jadi nggak bakal dibuang-buang.
sejalan dengan pemikiran diatas, suatu waktu saya juga pernah mikir begini:
hidup adalah lingkaran roda. kadang diatas kadang dibawah.
itu sudah normal, dan memang hukumnya begitu.
nah, yang bisa kita ubah adalah bagaimana kita bisa memperbesar roda kita, jadi waktu “di atasnya” jadi lama. kalaupun sampai bawah, kan tidak sengsara-sengsara banget.
*perlu diuji lebih lanjut…
lagi liat-liat poto-potonya, secara gigin (temene tisna) kemarin maen ke rumah.
tapi bonekanya kok culun-culun ya. coba kalo bonekanya pake bentuk spongebob apa dora. kan lebih memasyarakat. dan pemasaran di internetnya kurang kayaknya. pake multiply mungkin, mudah, murah, simple, jaringan cepet terbentuk. kan sudah ada bukunya ollie tuh. (hanya usul)
related:
senin itu sering kita jumpai ketika kemarinnya adalah hari minggu. senin datang tak diundang. senin datang tak perlu ucap salam. senin akan datang menemuimu, menjemputmu, memaksamu menjalankan roda rutinitas yang sangat sangat membosankan.
senin seperti selayaknya yang lain sebenarnya hanya menjalankan rutinitasnya juga. dia hanya muncul sehari. selebihnya dia menyerahkan kekuasaannya ke yang lain. entah selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu. namun hanya dia datang ketika minggu berakhir, caci maki itu sepertinya pantas ia dapatkan.
senin akhirnya sering mendapatkan perlakuan tidak adil dan berlebihan dari masyarakat banyak. entah anak sekolah, pegawai kantor, eksekutif, pejabat dpr, dan apakah presiden juga merasakan demikian?
tiap minggu ia dapatkan perlakuan itu.
senin dibenci anak sekolah karena tiap ada senin selalu ada upacara bendera. dimana disana mereka diharuskan berdiri selama berjam-jam, dibawah terik matahari. seringkali yang tidak kuat harus masuk ruang uks. itu gara-gara senin. coba kalo yang lain, tidak akan terjadi seperti itu. saat minggu datang mereka bisa molor seharian, tertawa di pagi hari, nonton doraemon dan sinchan. hanya gara-gara senin,…

senin dibenci oleh sebagian besar pegawai, staff, karyawan. senin datang, permasalahan datang. rutinitas, deadline, akan kembali dijumpai oleh mereka. senin dianggap merusak kebahagiaan minggu mereka. senin meluluh-laknatkan liburan mereka. oh,,, senin.
padahal senin akan selalu hadir ketika minggu berakhir. senin akan hadir sepekan sekali. senin akan hadir empat kali sebulan. senin akan hadir 48 kali dalam setahun !!! wow… senin kenapa kau selalu menghantui kami….
entahlah, kita selalu menyalahkan senin. “dan ini semua gara-gara senin!”. tetapi kita tidak bisa mengelak atas keberadaan senin. senin tidak pantas didemo. senin juga tidak pantas dienyahkan dari muka bumi. kita tidak perlu minta tolong satpol pp untuk mengusir senin.
nyatanya senin masih nongkrong di setiap kalender. kalender meja, kalender dinding, sistem komputer, “windows” kita, arloji. senin terlalu dalam masuk ke kehidupan kita.
dan, senin sebenarnya juga nggak peduli dengan segala caci maki kita. senin juga ga bertanggung jawap dengan segala penderitaan yang ditimbulkannya. seperti yang lain senin hanya menjalani dirinya sendiri.
senin, bagaimanapun juga, diakui atau tidak, juga sangat berjasa bagi kita. senin menjemput pagi. mengawal matahari dari ufuknya. dan senin juga memberi satu kolom istimewanya bagi yang lahir bertepatan dengannya.
yah… senin. hari ini aku kesel banget. gara gara senin kah?
Joko Ismoyo – Solo, Lebih dari 10.000 umat Islam berkumpul di alun-alun utara Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu ( 3 / 8 ) siang ini untuk menghadiri tabligh akbar menuntut pembubaran Ahmadiyah.
Ribuan orang tersebut berasal dari berbagai wilayah di Karesidenan Surakarta, Jateng.
Dalam tabligh akbar itu mereka menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah dan tidak hanya sekedar mengeluarkan SKB yang menyatakan pelarangan Ahmadiyah secara organisasi.
Penggagas acara, Ketua FPI Kota Solo, Choirul menyatakan, SKB yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah SKB yang terkesan banci karena tidak secara tegas menyatakan bahwa Ahmadiyah dibubarkan. FPI tetap meminta Ahmadiyah dibubarkan atau berganti nama dengan tidak membawa-bawa nama Islam dalam ajarannya.
Usai tabligh akbar, ribuan orang tersebut selanjutnya melakukan pawai keluar dari alun-alun Kota Solo. Mereka berjalan menyusuri Jalan Sudirman, dan Slamet Riyadi serta sejumlah jalan lainnya. (der)
terimakasih elshinta ( http://www.elshinta.com )
sori gwe ga ikut. sebenernya mau ikut. bisa ikut teriak-teriak. besok-besok diadain lagi ya. hehe, buat refreshing mayan juga.
semakin anda ngomong banyak, menunjukkan anda semakin salah !! *
shit !!! gelo pisan nih orang. liat orang pertama kali. denger juga baru sekali ini. ee… beraninya menjustifikasi orang seenaknya.
* kutipannya orang kegedean kepala.
lanjutan dari yang anarkisme kemarin.
anarkisme ataukah anarkhisme. perilaku anarkhi ataukah paham anarkhi. saya ngga begitu mempermasalahkannya. yang saya tangkap dengan jelas adalah bahwa itu sangat berhubungan dengan kekerasan. penghancuran hak orang lain. memaksakan kehendak. bertindak di luar kewajaran. perilaku yang membabi buta –melebihi norma-norma kemanusiaan. dan kadangkala tidak manusiawi (hewani ?) kumpulan dari semua hal tersebut akhirnya menjadi layak untuk disebut sebagai isme baru. ya, anarkisme. (anarkhisme kalee ?)
taruhlah korupsi. seperti slogan salah satu pabrikan motor terkenal, indonesia juga telah mempunyai manifesto baru. mengalahkan bhineka tunggal ika. (mungkin karena sekarang bhinneka sudah menjadi dotcom) apa itu ? korupsi tiada henti. terungkap satu tumbuh seribu. patah tumbuh hilang berganti. di jagat raya birokrasi. di sela-sela baju hukum dan polisi. tidak kalah pula para politisi.
kemudian, apa hubungannya korupsi dengan kekerasan. (kan jauh tuh ?) jauh gundulmu. ya dekat lah, (masa’ ya dekat dong). silahkan meng-asosiasi-kan sendiri. males bicara fakta. suatu ketika malah saya pernah punya pikiran, kalau begitu apa bedanya perilaku korupsi dengan perilaku nazi. dua-duanya sama-sama merampas harta rakyat. yang kalau dipikir apa mereka perlu semua itu. mereka juga sama-sama berkampanye di depan masyarakat. gembar gembor. mereka juga gila kekuasaan dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. (jadinya ngga ada lagi halal haram, yang ada cuma halam)
tangan mereka terbuat dari besi. hati mereka sekeras batu gunung. tiada air mata meleleh melihat kesengsaraan. tiada hati tersayat tatkala hutan menjadi padang pasir. apakah memang sudah obsesi mereka, akan menjadikan tanah ini seperti gurun di afrika. yang bisa dipakai untuk setting film ayat-ayat cinta. jahhhh… gombal.
Dalam kaidah bahasa jawa, untuk menyebut seseorang yang ahli dalam mengerjakan sesuatu hal, maka cukup menambahkan kata tukang sebelum kata kerja atau kata benda itu. Sebagai contoh, untuk menyebut orang yang ahli ketik dan mengetik, maka disebut tukang ketik. Orang yang ahli bangunan maka bisa disebut tukang bangunan. Dan lebih umum dipanggil tukang batu. Banyak contoh lainnya seperti: tukang jamu, tukang komputer, tukang poto, tukang gambar, tukang potokopi, dan beribu sebutan tukang yang lain.
Meski saya menyebut ini adalah kaidah jawa, tetapi sekarang pun wajar digunakan dalam bahasa Indonesia. Mau nggak mau sih begitu, la wong Indonesia itu banyak menyomot dari jawa je. Hampir dalam segala hal.
Dengan adanya kaidah ini, kita bisa dengan mudah dan benar menyebut profesi seseorang. Karena, sebutan tukang adalah sebutan sebuah profesi. Bisa untuk profesi formal atau yang bener-bener. Bisa juga untuk ke arah konotasi.
Namun begitu, memang dikenal juga nama paten untuk menyebut profesi umum seseorang. Misalnya : tukang nerbangin pesawat namanya pilot, tukang ngemudikan kendaraan disebut sopir, tukang suntik = dokter, tukang sunat = ?? Tetapi juga tidak bisa disalahkan jika kita tetap menggunakan kata tukang tersebut.
Ini seperti di bahasa Inggris. Ahli poto memoto jadinya potograper. Ahli Draw = drawer. Read more…
penampilan mobi hari ini agak beda. kepalanya bocor. mungkin disambit orang. tetapi masih sehat. gonggongannya juga masih seperti biasa. kenceng. kalo malem masih tidur di bawah kursi bambu depan rumah kami.
mobi itu anjing tetangga kami. tetangga sebelah, samping kiri rumah. warnanya seperti kebanyakan anjing. sawo matang ??? hehehe, bukan lah. coklat muda.
mobi sama tuannya sendiri nggak begitu akrab. malah lebih akrab sama kami.
mobi tidak sendiri di lingkungan kami. banyak kawan disini. di jalan seberang ada anjing betina. anggap saja namanya resa. warnanya hitam putih. eh, berarti ngga berwarna dong. yee.. emangnya tipi.
mobi itu suka tenang kalo pas tidur. tapi kalo lagi melek, kebanyakan ramenya. gonggong kanan, gonggong kiri. kami maklum. dasar anjing! mau diapain lagi. mau diumpat, wong namanya saja sudah anjing, masak mau dikatain, “anjing lu..” . kalau dia tau mungkin jawabannya, “son of a bitch !!! emang gue anjing lu mau apa?”
tapi tau ngga kalau mobi itu makhluk paling sensitif. lebih sensitif mobi daripada belang. pernah ada teman kami maen ke rumah. mobi mau ngajak kenalan dengannya. tetapi ngga dibalas, malah digertak. apa yang terjadi selanjutnya ? malemnya, mobi ngga mau tidur lagi di tempat kami.
kami minta ma’af? ndak, kita ma’af-ma’afan pas lebaran aja. biar afdhol.
eh iya, siapa belang? belang itu kucing dwiwarna di kompleks kami. maksudnya ya warnanya dua. hitam dan putih. lah berarti sama dengan resa dong? iya. berarti ga bewarna dong. hehe, lagi. EMANGNYA TIPI !!!??
belang sering maen ke tempat kami juga. suka malu-malu. dia betina. suka nyari-nyari sesuatu di gudang belakang. sesuatu? iya, nyari tikus mungkin. ya iyalah masa’ kucing nyari gajah. atau malah jerapah ya ?? ga tau tuh… tanya sendiri aja sama si belang.
seiring berjalannya waktu, mobi dapet temen lagi. kemarin ada warga baru di kompleks kami. sudah dilaporin ke pak erte belum?? hehe… anjing juga e. warnanya coklat, tua. entah empunya siapa. tapi mungkin bakal jadi temen akrab mobi. bodinya sintal sih… heuheu. bagusnya kita namain siapa ya??? resa lagi !!! wakakaka.
jaka sembung minum teh
(bersambung aja deh…)
Lima
(Lima)
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
(Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia)
Itu dulu, sewaktu pak Kepala Sekolah esempeku memimpin pembacaan pancasila hari senin, pas upacara bendera. Waktu itu, tahun 99. Berarti sembilan tahun yang lalu. Hampir satu dasawarsa. Wow, lama amir.
Pagi ini aku iseng-iseng mampir ke blognya INDOBIKERS, yang sengaja membuat satu halaman khusus untuk pancasila. Jadilah teringat masa-masa kejayaan sriwijaya, eh pancasila. nice.
Boleh jadi masa-masa esempe itulah aku mengenal pancasila terakhir. Di esem-a sudah ngga ada acara rutinan upacara hari senin yang bikin mules perut. Berdiri satu jam. Kalo nggak ngumpet di toilet, ya mendingan dateng telat. Kalo nggak bener-bener persiapan makan pagi, ya siap-siap aja mata berkunang-kunang, dan pingsan di tengah perjalanan. Huhhh…, balada upacara yang menyakitkan.
Pelajaran PPKN, atau dulu yang lebih dikenal dengan PMP menjadi pelajaran paling menyebalkan. Karena isinya hafalan mulu. Nilai tujuh merupakan nikmat tiada tara saat itu. Selebihnya kalau ngga empat ya lima. Dapet enam sujud syukur lah.
Di kuliahan mata kuliah pancasila harus aku ambil tiga kali. Pertama dapet E. Kedua C. Ketiga penginnya sih biar bagus, tapi hasilnya mentok di C. Ngga jauh beda dengan pancasila, kewiraan –anggap aja pancasila II– dapet C juga, itupun sudah aku anggap medali emas.
Sekarang, wow. pancasila. ‘Dah lupa-lupa ingat. Nyebutin dari sila satu sampai lima harus mikir beberapa saat. Ngga benar-benar lupa sih.
Tapi teksnya aja ngga apal. Pengamalannya gimana ?
(ini pertanyaan buat saya sendiri, nggak untuk yang lain)
Salut buat INDOBIKERS.
Iki artine opo sih kok ono koyok ngene. Ndok pojokan ngisor blog kiye.