Arsip

Archive for the ‘Jogja’ Category

dmasiv-merindukanmu

4 Desember 2008 bocahcilik 1 comment

[Intro]

Saat aku tertawa di atas semua
Saat aku menangisi kesedihanku

Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang

Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan
Ku kan slalu memujamu
Meski ku tak tau lagi
Engkau ada di mana
Dengarkan aku ku merindukanmu

Saat aku mencoba merubah sgalanya
Saat aku meratapi kekalahanku

[Interlude]

Dengarkan aku ku merindukanmu-

Categories: Jogja, iseng Tag:,

Hidup Mahasiswa !! Turunkan Tiket Pesawat !!

24 Oktober 2008 bocahcilik 4 komentar

Ada yang heboh di kampusku kemarin. Almamaternya memang orange. Ganti warna ceritanya. Semasa aku kuliah sih masih warna biru. Kurang ngejreng kali…

Read more…

Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz

21 Agustus 2008 bocahcilik 13 komentar

Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz

pertama kulihat di pameran buku IKAPI 2008. bertempat di jec, jogja expo center. sebuah qur’an yang special. karena merupakan edisi terjemah dengan tipe per kata langsung. jadinya masing-masing kata punya versi indonesia pas dibawahnya. sementara ini, kita hanya dapet terjemahnya bertempat di samping kanan-kiri atau di blok bagian bawah.
meski demikian di blok kanan dan kirinya masih ada terjemahan lengkap sesuai konteks kalimatnya.

so, dengan Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz ini kita bisa mengetahui arti per kata. dan tentunya belajar dikit-dikit bahasa arab. misal ‘anin naba’il adzim (QS. 78:2). dengan cepat dan simple kita bisa merinci bahwa ‘an = tentang, naba’ = berita, ‘adzim = besar.

waktu itu, di salah satu etalase peserta pameran disana cuma tersisa satu. waktu nanya harganya , seratus lima puluh ribu mas. diskon jadi 135. ok ok, ntar dulu mbak, tak muter ke yang lain dulu. maksud hati pengin membandingkan dengan yang lain, eee ternyata qur’an tadi cuma satu-satunya dari seluruh toko yang ikutan disana. waktu balik lagi weee… sudah keduluan disambar orang. wuuuhh, bener-bener best telller nih.

jadinya inden deh. yah ga papa. sambil melihat ibu itu tersenyum puas, karena telah mendahuluiku memilikinya.

berita gembiranya, belum sempat seminggu, ada pameran buku lagi. tapi kali ini bertempat di gedung wanitatama, baratnya uin suka. untungnya mbak dari toko tadi ngasih tau bahwa sudah ada stok baru yang dateng. dan besoknya dapet deh.

bagi yang belum punya, aku recomend deh. bukan hak ustad ustad aja yang bisa mengerti qur’an. tapi kalo masalah pemahaman lebih lanjut, mestinya tambah referensi lagi.

related:

Soto Ayam Batas Kota

Dinginnya pagi kota Jogja memang ndak bisa dilawan. Gairah untuk segera beraktivitas pun terkalahkan. Sementara matahari sudah mulai berkuasa. Memaksa masuk lewat celah-celah jendela.

Morning routine

Morning routine

Tetapi tidak untuk pagi ini. Segera kuraih jaketku. Dan jeng jeng jengKupacu sepeda motor tuaku. Alon-alon sing penting mlaku. Ra usah ngece ra usah ngguyu. Yo wis ben wae iki karepku.

Yuhuuu! Soto Ayam Batas Kota. Entah bagaimana yang lain menyebutnya. Aku lebih senang dengan sebutan itu. Soto Ayam Batas Kota.

Lokasinya memang di batas kota. Batas kota Jogja dengan Sleman. Jogja berhati nyam-nyam dan Sleman sembodo-yen di-eman marai gelo. Kalau sudah paham dengan Jogja pastilah tau yang namanya Gedung Mandala Bhakti Wanitatama (GMBW) dan Hotel Shapir. Keduanya di sebelah barat Ambarukmo Plaza yang terkenal itu. GMBW yang sering dijadikan tempat mesum pameran, eksibisi, mantenan, dan lain-lain. Nah, diantara dua tempat itu ada gang ke arah selatan. Masuk barang 100 meter, bertempatlah warung soto ayam batas kota. Ndipis, mepet tembok. Kanan jalan. Read more…

Gudeg Ceker Mbah Wiryo

13 Juni 2008 bocahcilik 7 komentar

Solo

Minggu lalu saya diajak makan-makan salah seorang temen asli Solo. Dia berujar jika Solo sekarang kalau malam semakin ramai. Warung-warung tenda di pinggir jalan yang khas itu tidak bisa diremehkan. Meski hanya buka ketika tengah malam menjelang, setiap malam kunjungan dari kelas menengah keatas sudah menjadi jaminan. Seperti malam itu, di salah satu parkiran warung tenda disana berjejer nisan terano, kijang, baleno, dan satu lagi astrea grand milik saya dan temen saya itu.

Malam itu malam minggu. Yah pasti sangat ramai dong. Ditambah anak-anak motor yang biasanya nongkrong di pinggir jalan bersama motornya. Ada-ada saja tingkah anak-anak itu. Sekali waktu jika mereka bosen nongkrong, acara tawur antar kelompok juga ngga sungkan dilakukan. Hehe, daripada bengong kali, ga ada seru-serunya. Dan tentunya, ada ujungnya: ples nongkrong di lapas kampungbaru barang sehari dua hari.

Kembali ke gudeg ceker,.. lokasinya itu di keprabon. Bukan lengser keprabonnya Soeharto lo. Lain lagi. Yang ini, tepatnya di sebelah selatannya gedung Muhammadiyah Solo. Dekat daerah Triwindu yang terkenal itu. Kebetulan warung ini milik simbahnya temen saya itu. Jadi mungkin niat dia sekalian promosi Solo, sekalian promosi gudeg cekernya simbahnya. Not too bad. Oke oke saja menurut saya. Yang penting kan gratisannya. :P Oiya apalagi masih musim Visit Indonesia Year 2008 ya. Bagus lah. Read more…

Kuliah Tidak Murah

12 Juni 2008 bocahcilik 12 komentar

Baru setahun lalu saya lulus kuliah. S1 saya. Di salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja. Selama itu, saya selalu merasakan mahalnya biaya kuliah. Yang juga selalu membuat “biaya’an” bila datang waktu ujian. Tersebutlah uang SPP, dana pengembangan, sumbangan A, sumbangan B, dan biaya per sks mata kuliah. Dan ketika digabung… dueng muncullah angka dua koma sekian juta. Atau kadang-kadang tiga lebih sedikit.

Waktu itu memang saya merasa sudah pol mahalnya. Ga kesampaian mau beli kebutuhan tersier yang diinginkan. Bahkan untuk urusan makan. Namanya juga mahasiswa. Di Jogja lagi. Temen-temen saya banyak menyebutnya ‘ ga bisa milih menu makan ‘. Dan itungannya ga boleh makan tiga kali. Karena budgetnya hanya cukup makan 2 kali sehari. Mungkin bisa diakali menjadi 3 kali sehari, dengan model subsidi silang. Kalau Senin dan Kamisnya puasa, maka hari lainnya bisa makan 3 kali dan aga’ bisa milih menu. Ya itu tadi, pake nambah acara puasa. Niatnya bisa dobel. Nambah pahala, mencegah maksiat, dan yang ga kalah pentingnya: ngirit. Read more…

Categories: Baru ini, Jogja, Solo, UAD, UNS, dab!! Tag:, , , , ,

Walah ngopi dari flesdisk kok suwi men

suwi tenan.

Categories: Jogja Tag:, , , ,

Spasi itu

secuil spasi, penghapus harapan. asem tenan

Categories: Jogja Tag:

Top Post This Blog

Ini dia tulisan teratas blog ini. Heran, kenapa yang paling atas itu malah postingan saya tanpa berpikir dan yang paling asal. Isinya cuma ini:

Hayo siapa yang nyari pake ginian, kemaren nyasar kesini ya [hihihi]
tenda kafe
kerja polisi jogja
Noor Huda Ismail gruki
ASTREA
jilbab seks mahasiswi jogja
cpns ngawi 2007
nomor telp pelacur di Jogja

Huuu, dasar mesum !!!

Padahal postingan lain yang saya sempatkan untuk mikir, memutar otak, berlogika, malah ngga dapat tempat di hati pemirsa. Jadi kesimpulannya, kalau pengin instan mendapat kunjungan banyak, mengapa tidak memakai kata-kata sebangsa: seks, pelacur, no telp pelacur, dan lain-lain.

Hehe, wis ah. Ra mutu.

Tentang Mahasiswa Mumes Ndate

Masih ingat posting saya beberapa waktu dulu. Tentang mahasiswa mumes ndate. Yo’i bro.
Untuk saat ini sang lakon mas dab ini sudah menemukan solusinya. Bukan skripsi langsung jadi atau langsung ujian dan wisuda. Tetapi sang mas dab menemukan sebuah mutiara yang terpendam di dalam dirinya. Yang selama ini belum muncul dan sekali terpendam-tetap terpendam. Selama ngga ada tekanan –baik internal maupun eksternal– untuk mengeluarkannya.

Kopi JosMutiara itu ?? Ya. Sang mas dab teruji nyalinya untuk menentukan nasibnya sendiri. Berani mengatakan tidak untuk yang terkasih* dosennya. Dan akhirnya pindah dosen, yang baginya tidak terlalu pasang grade kualitas skripsi yang tinggi. Karena menurut mas dab, untuk lulus tidak hanya untuk menghasilkan skripsi yang berbobot tetapi memakan waktu, perasan keringat, dan dahi berkernyit sekernyit-kernyitnya. Tetapi seorang lulusan juga harus mempunyai skill yang mumpuni dalam bidangnya, kemampuan berbahasa, soft skill, dan beberapa hal penting lainnya yang ngga didapat bersama sang dosen.

Selain itu, ternyata sang mas dab juga mengalami proses peningkatan pengamalan spiritual. Ketika adzan dia segera bergegas dugem ke masjid. Dan lebih sering membaca majalah porno buku tentang seri kehidupan.

Oke. saya ucapkan selamat untuk mas dab. Selama masih berakal sehat nggak perlu bunuh diri kan…? Eh.. poto itu saksinya lho, ketika mas dab masih berkeluh kesah, bergulat dengan monster bernama naruto gundah gundala. Tahu tempatnya? Yo’i, angkringan pak Man utara stasiun Tugu Jogja.

* terkasih apa terkutuk ya ?? Hihihi

Categories: Jogja Tag:, , ,

Jawa Banged

23 April 2008 bocahcilik 2 komentar

Anda masih merasa orang Jawa ? Masih bisa bahasa Jawa ? Bisa nulis huruf Jawa ? Atau minimal bisa menceritakan tahun-tahun penting peristiwa bersejarah pulau Jawa ? Simpan saja jawaban anda, karena pertanyaan saya cuma basa basi. :P

Ya. Bahasan kali ini adalah tentang Jawa. Sebuah pulau di belantara nusantara. Meski kecil tapi lumayan berpengaruh. Banyak kerajaan muncul, tumbuh, dan berkembang disana. Seiring berjalannya roda waktu, Jawa memang agak kehilangan taringnya ketimbang jaman dulu kala. Namun masih lumayan, ibukota Indonesia masih di Jawa.

Wanita JawaSelain Jakarta, ada beberapa titik-titik penting di pulau ini. Sebutlah Semarang, Cirebon, Sala, Salatiga, Yogyakarta, Surabaia, Bandung, Bogor, Ngawi. Yang saya sebut terakhir merupakan kota yang sangat penting, karena saya lahir disana. Titik-titik tersebut menawarkan kekhasannya masing-masing. Atau bolehlah disebut sebagai citarasa lokal. Hehe, untuk menandingi istilah kearifan lokal.

Tetapi sudahkah anda berpikir, bahwa apa yang ada saat ini, adalah pengaruh, efek, dan hasil dari jaman dulu. Yogyakarta dengan gedung BI-nya. Apa secara ujug-ujug, ndodok magrog langsung jadi bangunan itu. Bisa diliat apik dengan pagar hijau nan permai. Yang ingin saya katakan disini adalah segala sesuatu itu ada sejarahnya. Mengutip ngendikanipun Ustad Solihan MC, bahwa semua istilah bisa dirunut asal katanya dan bagaimana sejarah bisa menjelaskan semua itu.

Dan saatnya anda sekarang melihat kembali Jawa beberapa tahun yang lalu. Awal abad 19 sampai beberapa puluh tahun kedepannya. Disini, http://djawatempodoeloe.multiply.com/. Salut untuk den mas, Priambodo Prayitno.

Categories: Jogja, Solo Tag:, ,

Terbunuh Rutinitas

April ini, hewhh… super berat rasanya. Bagiku siang malam ngga ada bedanya. Porsi tidur ta’ batesi 6 jam. Tapi makan tetep teratur. Tiap hari fitness ringan. Akhir pekan tetep renang. Adakalanya aku doping dengan antangin, madu, dan susu. Ehmm… semoga nggak sakit.

Dan, tiba-tibanya, hari ini sudah tanggal dua tiga. The last week on the month. Ooohh… ga kebayang, bagaimana waktu bisa berjalan begitu cepat. Benar-benar sangat cepat.

Ketika sudah nggak ingat lagi buku yang harus dibaca. Eh,… tapi masih mending sih, ketika nongkrong di toko buku, aku curi-curi baca buku tipis-tipis sampai habis, disana. Hehe salah siapa buku ngga dibungkus.

Yah, ini aprilku. Terlalu cepat berlalu. Dan rutinitas itu ???

Categories: Baru ini, Jogja, Treasure, dab!! Tag:, ,

Sabtu Kemarin, Aku ke Solo

18 Maret 2008 bocahcilik 3 komentar

Kucari-cari koran bekas di tumpukan rak kamarku. Berharap masih ada koran yang memasang jadwal kereta prambanan ekspress Jogja-Solo. Sebentar kucari, beruntung, masih ada satu koran ibukota disana. Di halaman dua, di koran edisi lokalnya, sebelah kiri. Info kereta prameks dari Jogja ke Solo, untuk siang hari, berangkat dari stasiun Tugu tujuan Solo Balapan pukul 13.15.

Whazzup!!! Ini padahal sudah jam 12.55. Semburat, kuraih tasku. Entah apa isinya. Yang kuyakin ada STNK, SIM, kunci kendaraan, dan beberapa buku bacaan untuk waktu senggang. No parfum, no dandan, no prepare at all. Masalahnya? “kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting…jadi mendingan bla bla bla.”

Cukup lima menit dari tempatku sampai stasiun Tugu. Stasiun terromantis dambaan umat manusia. Okey, masih lima menit sebelum jam keberangkatan. Aku masih bisa tenang untuk membeli tiket. Dan duduk melihat-lihat suasana di kursi penantian. Keretanya belum nampak. Beberapa menit kemudian ada pengumuman kereta masih mogok di lempuyangan. Umm.. Maklum. “Kalo nggak begini bukan indonesia namanya,” celoteh spontan teman duduk samping kiriku.

Siang ini aku mau ke Solo. Rencananya jam tiga sore sampai di rumah sakit muwardi. Ketemuan sama temen-temen sma solo. Dan bareng-bareng bezuk guru smaku dulu yang sedang sakit disana. Kabarnya sih kritis. Tapi orang yang sakit dengan status kritis itu aku ngga tau kayak apa. Dan sakitnya juga sakit apa.

Meski aku menyebutnya guru, sebenarnya aku belum pernah diajar sendiri sama beliau. Tetapi aku diajar oleh dua putra beliau. Tidak jarang aku melihatnya berangkat ke sekolahan dengan jalan kaki. Nggak tau dulu itu beliau sudah usia berapa. Yang jelas sudah sepuh, tapi masih semangat dan “rosa”. Entah siang kali ini aku ringan tergerak menjenguk orang sakit. I don’t know. Mungkin karena kemarin, aku sudah mengatakan ya sama temen-temen, jadinya tetep berusaha untuk tepat janji dan tepat waktu. Nggak yakin.

Sepuluh menit berlalu, kereta belum juga datang. Kusempatkan untuk berhubungan dengan beberapa teman lewat sms. 13.24. Kereta baru tiba. Dua ratusan calon penumpang semburat bangkit dari penantiannya. Berebut masuk, berebut tempat duduk. Indonesia banget. Aku dapet di kanan pintu.

Sebentar kereta berjalan, ada ibu sama anak perempuannya berdiri di depanku. Kok yo pas di depanku, ngono lo. Yah akhirnya kulepaskan kekuasaan atas kursi ini. Sementara aku beralih status menjadi berdiri, kulihat masih ada beberapa ibu dan anaknya yang dibiarkan berdiri.

(Segini dulu, laper.. mau makan), lanjutannya : Sabtu Kemarin, Aku ke Solo

menunggu kereta di stasiun jatinegara

3 Maret 2008 bocahcilik 1 comment

entah genre perasaan apa yang menghinggapi pikiranku. aku merasa aneh duduk disitu. di lantai stasiun, tepat didekatku ada freezer salah satu minuman kaleng terkenal. aku melihat sekeliling. di samping kiriku duduk seorang mas berumur 25an taun. di kursi panjang agak jauh tempat aku duduk, ada beberapa laki sedang ngobrol ala kadarnya untuk membiarkan waktu lewat. namun kita bertujuan sama. menunggu kereta menuju jogja.

sementara di kejauhan ada seorang laki-laki menuju ke arahku. meminta belas kasihan. dia melangkah dengan dua tangannya. dua tangannya bersandal. kakinya hanya sampai dengkul. dia nggak bisa jalan pakai kaki.  kurogoh saku jaketku. aku kasih limaratus rupiah. disakuku sebenarnya ada lebih dari itu. ada limaratusan dua untuk jaga-jaga. aku malas membuka saku sisi dalam jaketku yang berisi beberapa lembar ribuan. sedangkan laki-laki yang disampingku ngasih seribu. yang lain pun tak ketinggalan. seribu rupiah untuk laki laki itu.

sekali lagi. aku merasa aneh. sangat aneh. baru tadi malam. tepatnya kemarin malam. aku nggak membayangkan hari itu aku bisa disana. di stasiun jatinegara. melihat riuh rendah manusia jakarta. ada yang menunggu kereta ke bekasi. ka er el terakhir. ada yang ingin pulang ke cirebon. dan banyak yang lain menuju jogja. jogjakarta.

drama kehidupan apa yang dialami setiap orang. peran apa yang sedang mereka mainkan. entahlah. aku sendiri juga heran, kenapa malam itu aku disana. mengapa. sekali lagi entahlah. aku menjalani apa yang harus aku jalani. aku tidak tahu.

Aku sudah disini, apakah aku harus menengok ke belakang?

Aku rasakan beberapa bulan terakhir ritme kehidupanku berjalan begitu cepat. Peristiwa-peristiwa besar, kuhadapi satu persatu silih berganti dalam hitungan hari. Kadang aku merasa, sudah benarkah langkahku?

Tapi aku percaya, bahwa segalanya harus kuhadapi.
Aku berfikir untuk hari ini dan kedepan. Aku tidak berfikir mengapa aku sudah melangkah sejauh ini.

Kehidupan itu sederhana. Putuskan pilihanmu. Hadapi, dan jangan menoleh kebelakang… (kutipan dari Tokyo Drift)

Jogjakarta, 27 Februari 2008

Kenapa kalau posting saya selalu pake tag anjing?

Karena saya diajari untuk menulis tag seperti kucing, makanan hewan, dan anjing oleh wordpress sendiri. Nih liat.

tag_anjing_dari_wordpress

Kenapa guru berpenampilan seksi ?

15 Februari 2008 bocahcilik 1 comment

Wakaka. pertanyaan konyol tapi itulah realitanya. Tapi kayaknya masih banyakan muridnya yang tampil seksi.

Pertanyaan diatas ada di website tanya-jawab yahoo. Meski pertanyaannya asal, namun jangan dikira yang njawab pada serius, ya tentunya harus asal dong! Pie toh… Dari sekian jawaban ada satu yang bijaksana banget :P (dari mas moppo1):

1. Ingin menonjoooooolkan kelebihannya…………….
2. Pengen diperhatikan muridnya biar betah di kelas
3. Penyaluran hobi sebagai foto model
4. Mencari PIL/sesama guru/muridnya yang cakep
5. Penegen digoda kali………
6. Puber ke 2
7. Kesepian ditinggal mati/pergi ke luar negeri oleh suami

Mau ikutan ?? Klik here deh..

sing sabar dab!!

14 Februari 2008 bocahcilik 3 komentar

“wah, cuk piye kimumet ndasku aku mad.”

“lah piye tohmbok dijelaske wae karo dosene, memang untuk penelitian itu kemampuanmu sebatas segitu…”

uwis! masalahe ki dosene kui lo… keras kepala tenan…, opo aku ganti dosen wae yo…”

yo kalo gitu kowe ngomong langsung ke dosene, tapi tetep apik-apikan.”

iyo nek ra ngono opo langsung pindah kampus wae yo,… neng u*b langsung lulus!!!”

walah…”

oalah… balada mahasiswa menyelesaikan skripsinya kok sampai kayak gini. mumet ndase… sing penting ora bunuh diri wae. sing sabar dab!! sorry jon aku ra gawe tulisan nggo permasalahanmu.

ketika malam berganti pagi

13 Februari 2008 bocahcilik 1 comment

lirikan cuek tapi penuh harapnya masih terjaga. tersungging senyum kecut disela-sela bedak kosmetik yang tebal. sudah berjam-jam berdiri di samping pos polisi. setelan panjang, lengan pendek, berwarna merah, membalut tubuhnya menjadi tampak seksi.
sementara malam sudah berganti pagi. aku menatapnya sekilas dibalik kaca helmku. kendaraan kupacu pelan tapi semakin laju. dan terus berharap dia tidak mengejarku.

kenapa kamu harus melakukan itu. menunggu laki-laki super menjemputmu. adakah tiap malam kau lalui seperti itu.

hai… “lady” in red, di perempatan yang remang. aku pulang dulu. ngantuk dan bobok…

Categories: Jogja Tag:, , , , ,

sastrawan selangkangan

31 Januari 2008 bocahcilik 4 komentar

saya baru mendapatkan istilah ini dari sebuah buletin rutinan salah satu kampus negri jogja. saya sebut rutinan karena saya sendiri juga belum begitu tahu, ini terbit rutin mingguan, dwi mingguan, bulanan, semesteran, atau tahunan. atau mungkin juga buletin mingguan tapi rutin telatnya.
karena ini sebuah buletin kampus, biasanya, banyak tulisan-tulisan mahasiswa yang selalu penasaran dengan apapun. penasaran dengan korupsi, ketidakadilan menurut pemikiran seusianya, dan segala hal yang mungkin bisa menjadi heboh jika dibahas. atau mungkin masalah-masalah sepele yang bila dibesarkan bisa digunakan untuk bahan demo, diskusi, atau dipolemikkan. khas mahasiswa.

“Yang lebih parah siapa yang tahu sastra Indonesia sekarang arahnya ke mana, pasca ceeklit, teenlit, metropop, novelpop, poppesantren, dan terakhir sastra kelamin?”

saya kaget dengan istilah sastra kelamin. Untuk saya, yang memang bukan orang sastra, kok kelamin bisa digabungkan dengan sastra gitu lo. memangnya sudah tidak ada lagi kata yang lebih pantas untuk dipasangkan dengannya.

namun, untuk orang sastra pasti dengan keras membantah. bahwa sejak sastra dilahirkan, di waktu itu pulalah sastra yang berhubungan erat dengan kelamin berjaya. iyakah? siapa tahu. saya bukan orang sastra.
di saat saat tertentu memang saya biasa mendengar, seseorang nylemong, entah sudah menghatamkan atau cuma sekedar mendengar pertama kali, bilang gatoloco, mitos lingga yoni, dewi kesuburan, segitiga keatas ataupun segitiga terbalik, dan sebagainya.
dan orang pun juga ngga akan bingung, jika ada seseorang menyebut-nyebut istilah roman picisan.

yah, itulah komentar saya mengenai istilah sastra kelamin. entah bagaimana pandangan, ulasan orang-orang sastra. whatever
tetapi untuk saat ini, saya suka mengemukakan istilah baru (paling ngga menurut telinga saya), yaitu sastrawan selangkangan. yah seorang sastrawan yang ketika menulis selalu berkutat di daerah pertigaan, lubang buaya, dan seringkali bersinggungan dengan buaya daratnya. :)
mungkin obsesinya pak sastrawan ini akan menyelesaikan kitab gatholoco modern versi milenia. atau gatholoco from scretch. atau gatholoco untuk pemula. itu dimungkinkan saja. katanya, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.