Arsip

Archive for the ‘Santri’ Category

Selamat Berpuasa

Bulan Ramadhan sudah habis setengah. Hari terasa cepat. Apa yang kudapat ?

Seiring berlalunya hari demi hari ramadhan ini banyak yang nggak sempat aku tuliskan. Karena memang aku sudah ngga banyak berpikir. Dan saya sudah melakukan banyak hal. Ceritanya, sekarang sudah pada fase pengerjaan, sejalan dengan usainya fase pembuatan konsep. Weleh,,, jadi memang tinggal act-nya aja nih.

Fokus Fokus Fokus.

Tetapi ya itu tadi, ada yang mengiba-iba minta dipenuhi dari dalam diri ini. Spiritual. Siang hari puasa ngga terasa dihabiskan di kantor. Berangkat pagi pulang sore terasa begitu cepat. Sementara Al quran masih teronggok di ujung rak. Huhuhu…

Selamat berpuasa. Jangan sampai waktu terlewat begitu saja. :)

Categories: Santri Tag:

puasa pertama

1 September 2008 bocahcilik 1 comment

aku puasa hari ini. sahur pake nasi sepertiga piring. sama sayur asem. dingin, sisa tadi malam. syukur puasa pertama bisa bangun untuk makan sahur. meski ngantuk berat bangun jam setengah empat.

tadi malamnya sudah sholat tarawih. sebelas rokaat tambah witirnya tiga. di mushola depan rumah. sof terdepan.
hmm, semoga lancar sampai akhir.

sempat selentingan dapet pikiran begini :

siapa ya yang bisa sangat menikmati ramadhan tahun ini?

yang menjadikan ramadhan ini adalah penutup amalnya. dan satu syawal sebagai puncak kebersihan dan kesucian dirinya. tak lain dan tak bukan adalah amrozi. karena dia mengetahui eksekusi matinya setelah ramadhan. tentunya dengan motivasi mengetahui kapan dia mati tersebut, bulan suci ini (saya kira) seharusnya dia maksimalkan.

trus bagaimana dengan sampeyan ?

Categories: Santri Tag:, , , ,

puasa yang aneh

sebenarnya tujuan diwajibkannya puasa pada bulan ramadhan itu untuk apa sih ?

kata orang pinter agama sih begini

Secara jelas Al-Quran menyatakan bahwa tujuan puasa yang hendaknya diperjuangkan adalah untuk mencapai ketakwaan atau la’allakum tattaqun.

lhah, dan ketakwaan itu apalagi bos? menurut guru PMP ku di SD, bertakwa itu adalah melaksanakan segala perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya. sementara masih menurut sumber yang sama dengan diatas tadi taqwa itu antara lain ya seperti ini:

Takwa terambil dari akar kata yang bermakna menghindar, menjauhi, atau menjaga diri. Kalimat perintah ittaqullah secara harfiah berarti, “Hindarilah, jauhilah, atau jagalah dirimu dari Allah”

Makna ini tidak lurus bahkan mustahil dapat dilakukan makhluk. Bagaimana mungkin makhluk menghindarkan diri dari Allah atau menjauhi-Nya, sedangkan “Dia (Allah) bersama kamu di mana pun kamu berada.” Karena itu perlu disisipkan kata atau kalimat untuk meluruskan maknanya. Misalnya kata siksa atau yang semakna dengannya, sehingga perintah bertakwa mengandung arti perintah untuk menghindarkan diri dari siksa Allah.

Sebagaimana kita ketahui, siksa Allah ada dua macam.

  • Siksa di dunia akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum Tuhan yang ditetapkan-Nya berlaku di alam raya ini, seperti misalnya, “Makan berlebihan dapat menimbulkan penyakit,” “Tidak mengendalikan diri dapat menjerumuskan kepada bencana”, atau “Api panas, dan membakar”, dan hukum-hukum alam dan masyarakat lainnya.
  • Siksa di akhirat, akibat pelanggaran terhadap hukum syariat, seperti tidak shalat, puasa, mencuri, melanggar hak-hak manusia, dan 1ain-lain yang dapat mengakibatkan siksa neraka.

Syaikh Muhammad Abduh menulis, “Menghindari siksa atau hukuman Allah, diperoleh dengan jalan menghindarkan diri dari segala yang dilarangnya serta mengikuti apa yang diperintahkan-Nya. Hal ini dapat terwujud dengan rasa takut dari siksaan dan atau takut dari yang menyiksa (Allah Swt ). Rasa takut ini, pada mulanya timbul karena adanya siksaan, tetapi seharusnya ia timbul karena adanya Allah Swt. (yang menyiksa).”

shit, banyak banget. dari yang panjang lebar diatas itu, saya semakin bingung jika melihat yang dibawah ini:

Bila disebut taqwa, orang terjemah sebagai takutkan Tuhan. Itu tidak betul. Taqwa bukan bererti takut. Taqwa pada Tuhan bukan bererti takutkan Tuhan. Takut kepada Tuhan hanyalah satu daripada sifat mahmudah yang terangkum dalam sifat taqwa tetapi ia bukan taqwa. Takut dalam bahasa Arab ialah khauf atau khasya.

Taqwa berasal dari perkataan waqa-yaqi-wiqoyah yang ertinya memelihara .

jadi apa sebenarnya taqwa ? mbuh lah. yang jelas kalo kita puasa dengan benar, maka paling tidak nanti ketaqwaan kita bertambah (bener ga sih ?). kita bisa jadi orang yang bertaqwa. dan ketika orang sudah bertaqwa, jadi gambarannya jadi seperti ini :

Orang yang bertaqwa adalah orang yang luar biasa. Sebab dia manusia yang sudah bersifat malaikat. Sifat malaikat sudah ada dalam dirinya. Dia sudah jadi orang Tuhan. Sebab itulah dia dibantu dan dibela oleh Tuhan. Orang bertaqwa sahaja yang akan selamat di dunia dan di Akhirat.

wew, jadi keren dong. ho’o. ok. itu tadi tujuan puasa. sedang arti puasanya simak yang berikut :

Kata Puasa diartikan dari bahasa arab yaitu Asshoum atau Asshiyam. Shoum menurut lughat (bahasa) adalah Al Imsaku yang artinya menahan diri. Baik menahan diri dari kata-kata atau dari tindakan dan segala macam menahan diri. Seperti firman Allah SWT dalam Surat Maryam Ayat 26

فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ البَشَرِ أَحَداً فَقُوْلِى إِنِّى نَذَرْتُ للرِّحْمنِ صَوْماً فَلَنْ أُكَلِّمَ اليَوْمَ إِنْسِيّاً

Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa (menahan diri dari berkata-kata) untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”

ٍArti Shoum menurut Syara’ ialah

إمساكٌ عنْ مُفْطِرٍ بِنِيَّةٍ مَخْصُوصَةٍ جَمِيعَ نَهَارٍ قَابِلٍ للصَّوْمِ مِنْ مُسْلِمٍ عَاقِلٍ طَاهِرٍ مِن حَيضٍ وَنِفَاسٍ

Menahan diri dari yang membatalkan puasa, dengan niat yang tertentu, yang dilakukan sepanjang hari yang menerima bagi puasa, dari seorang muslim yang berakal lagi suci dari haidl dan nifas

ya begitulah arti puasa. dan seperti diatas tadi tujuannya. lalu bagaimanakah jika kemarin pemerintah memandang ramadhan perlu mendapatkan perhatian spesial. bukannya karena sucinya ramadhan. akan tetapi karena kekhawatirannya bila pasokan bahan makanan tidak tercukupi.

di toko-toko pun sudah kita liat tumpukan bahan makanan yang tidak seperti biasanya. berkardus-kardus roti, tumpukan botol manisan, sirup, kaleng roti, dll. tambahan stok beras. tambahan stok gula.

jadi apanya yang ditahan. trus untuk apa tujuan tadi. puasa ??

Categories: Santri Tag:, ,

ramadhan sebentar lagi

ini hari kamis, tanggal 28 agustus 2008. bersamaan dengan tanggal 24 syaban 1429 (karena ngga yakin ini tanggal hijriyah ya berapa, aku ambil dari yse-uk.com). padahal denger denger muhammadiyah kemarin sudah menetapkan 1 ramadhan jatuhnya pas 1 september. weleh, bentar lagi puasa dong. (belagu amat sih, dari dulu juga semua dah pada ngarti senin itu mulai puasa). berarti, minggu malem dah mulai tarwih dong ?? waduh, mulai mikir nih, tarwihan yang cepet masjid mana ya ? dan senin sore nya ada buka puasa gratis dong !!! kolak, nasi bungkus, entah mungkin dapet sereal gratis juga.

kalo masalah ini saya mengaku tertinggal jauh dengan saudara-saudara artis, dan orang orang hiburan. opick aja udah jauh-jauh hari menyiapkan album relijinya. begitu juga band-band, artis-artis, penyanyi-penyanyi. yang udah siap-siap jauh-jauh hari sebelumnya. jadi, mereka lebih aware akan datangnya ramadhan dong ? boleh lah dikatakan begitu. produser dan rumah produksi sinetron juga mungkin paling paham dengan yang demikian. tetapi kan “mungkin” niatnya beda.

puasa sebentar lagi toh… tinggal hari ituh… ada senangnya ada susahnya. banyakan senengnya apa banyakan susahnya?

senengnya ya itu, banyak gratisan. susahnya ? mm… ngga usah deh. relatif untuk pribadi masing-masing. gratisan disini bisa diartikan sesuai arti sebenarnya. dan kalau beralih dari sisi etimologi ke sisi syara’nya (halah) ramadhan menawarkan gratisan-gratisan yang lain, seperti: gratis pahala beberapa kali lipat, gratis potong dosa, gratis ampunan, dll. ooo… jadi di bulan ramadhan pahala diobral, dosa dimurahkan untuk dihapus, begitu ??? ya kalo anda menangkapnya begitu, juga nda masalah. wong gusti pengeran itu memudahkan bahasanya untuk umatnya. asal paham ya ok. tetapi itu kan bahasa manusia. kalo bahasa Nya ya jauh lah.

jadi, mengapa harus susah ? ya ngga tau lah. perasaan beda aja, nggak seperti hari-hari biasa. apa mungkin tinggal dipaksa adaptif dikit lah ya… mungkin.

Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz

21 Agustus 2008 bocahcilik 13 komentar

Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz

pertama kulihat di pameran buku IKAPI 2008. bertempat di jec, jogja expo center. sebuah qur’an yang special. karena merupakan edisi terjemah dengan tipe per kata langsung. jadinya masing-masing kata punya versi indonesia pas dibawahnya. sementara ini, kita hanya dapet terjemahnya bertempat di samping kanan-kiri atau di blok bagian bawah.
meski demikian di blok kanan dan kirinya masih ada terjemahan lengkap sesuai konteks kalimatnya.

so, dengan Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz ini kita bisa mengetahui arti per kata. dan tentunya belajar dikit-dikit bahasa arab. misal ‘anin naba’il adzim (QS. 78:2). dengan cepat dan simple kita bisa merinci bahwa ‘an = tentang, naba’ = berita, ‘adzim = besar.

waktu itu, di salah satu etalase peserta pameran disana cuma tersisa satu. waktu nanya harganya , seratus lima puluh ribu mas. diskon jadi 135. ok ok, ntar dulu mbak, tak muter ke yang lain dulu. maksud hati pengin membandingkan dengan yang lain, eee ternyata qur’an tadi cuma satu-satunya dari seluruh toko yang ikutan disana. waktu balik lagi weee… sudah keduluan disambar orang. wuuuhh, bener-bener best telller nih.

jadinya inden deh. yah ga papa. sambil melihat ibu itu tersenyum puas, karena telah mendahuluiku memilikinya.

berita gembiranya, belum sempat seminggu, ada pameran buku lagi. tapi kali ini bertempat di gedung wanitatama, baratnya uin suka. untungnya mbak dari toko tadi ngasih tau bahwa sudah ada stok baru yang dateng. dan besoknya dapet deh.

bagi yang belum punya, aku recomend deh. bukan hak ustad ustad aja yang bisa mengerti qur’an. tapi kalo masalah pemahaman lebih lanjut, mestinya tambah referensi lagi.

related:

Isra Mi’raj yang terlewat

1 Agustus 2008 bocahcilik 1 comment

isra mi’raj. ya kita sudah tau itu. semua orang islam di indonesia juga tau. hari rabu kemarin. karena bertepatan dengan 27 rajab, maka tanggal itu dijadikan hari libur nasional. untuk menghargai umat islam dalam merayakan peringatan untuknya.

isra mi’raj sangat penting kedudukannya dalam agama islam. karena dalam peristiwa inilah, perintah kewajiban salat lima waktu dalam sehari itu dikeluarkan. memang sebelumnya ga pada salat apa? (tau tuh, tanya aja ustad). mmm, untuk cerita lengkapnya bolehlah membaca sebentar ulasan dari m. syamsi ali disini.

saya belum belajar banyak mengenai apa sebenarnya hikmah salat yang sebenarnya bagi manusia. sampai-sampai nabi yang diangkat ke langit cuma diperintahin untuk membawa kewajiban salat untuk umatnya. coba bayangin, orang astronot naik ke luar atmosper bumi, suruh bolak-balik untuk membawa perintah salat. apa ga rugi tuh. Read more…

Catatan Reuni Akbar Alumni Pondok Jamsaren 1 Muharram 1427

31 Januari 2006 bocahcilik 7 komentar

Hari ini, 1 Muharram 1427, bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2006, Pondok Jamsaren mengadakan gawe besar yaitu Reuni Akbar Alumni Pondok Jamsaren 1 Muharram 1427. Acara ini dimulai sejak Senin Malam Selasa dan berakhir Selasa Ashar.

Dihadiri oleh Pak Amien Ra’is -mantan Ketua MPR RI- yang mengisi kajian pada malem Selasa-nya. Tapi aku ngga sempet datang pas Pak Amien ngisi. Baru Selasa Dhuhur (31 Januari) bisa dateng dan menyaksikan acara penutupan.

Peserta dari alumni Pondok Jamsaren yang sudah mbah-mbah sampai yang paling muda, angkatan 2005. :) Tercatat banyak tokoh besar yang sempat terekam lensa kamera bapak tukang photo. Diantaranya adalah Iskandar Zulkarnain, Miptah Farid, Sholihan MC, Amien Ra’is, dan seterusnya… .

Selain kajian Pak Amien Selasa siang juga diadakan seminar mengenai Pesantren saat ini. Yang mengisi adalah Bapak Sholihan yang juga ketua Arimatea Solo, Bapak Zulkarnain, dan Abu Tholib.

Berangkat dari Jogja jam 1/2 11 sampai Djamsa pas selesai sholat Dhuhur. Bermotor sama Jarot. Tapi baru sampai kok langsung ada woroworo makan-makan. Ya uwis, langsung serbu aja. Kontan saja aku bilang Jarot, “Skenario tepat, pagi nggak makan, pas banget gitu loch … hahaha.”

Di pendopo timur masjid Djamsaren ternyata al maidah telah menanti. Disana sudah ada santri-santri angkatan 2001,2002,2003,2004,2005, dan tentunya angkatan lawas yang sudah bapak-mbah. Terlihat Akhlis, AB, Ayik, Krismon, Anton, Salman, Pakdhe, Masnya PJ, Beta, Hanif, Aya, Umar, Rio, Joko Widodo, Amin Ro’is, dll.

Abis makan ternyata pada langsung pulang… Wadhuh kok nggak bilang-bilang seehhh.. Kan masih belum lama ketemuan. :( Akunya langsung keatas sama bapak-bapak di lantai 3 yang isinya ternyata cuman penggalangan dana.

Asem… akhirnya abis ashar aku tidur di kamarnya PJ. Semilirnya angin dan dibarengi hujan memang sangat mendukung untuk memaksaku tidur. Di kasur yang empuk aku bisa tersenyum lebar bernostalgila sama beliau-beliau, mereka-mereka, dia-dia. Tapi nggak lama, saya..ng…
Jam 4 – 6 1/4 molor. Bangun-bangun Maghrib.

Abis itu cabut deh ke Jogja lagi. Sempet mampir makan di Delanggu. Enak sotonya dibarengi rintik hujan akhir Januari. :)

Categories: Santri

Yang Memenuhi Syarat, Segera Laksanakan…

20 Desember 2005 bocahcilik 2 komentar

 

Syaratnya sebagai berikut:

  1. Yang sudah mengalami copot salah satu giginya (tsaniyyah)
  2. Tidak boleh yang matanya buta atau cacat atau picak
  3. Tidak boleh yang sakit
  4. Tidak boleh yang kurus kering berarti yang gemuk
  5. Boleh jantan atau betina meski diutamakan yang jantan karena bisa menjaga populasi

Hayo… siapa ini? Ga’ usah tengok kanan-kiri lagi dah… Besok 10 Dzulhijjah sudah siap kan?

*Just Kidding

Categories: Santri