Arsip

Archive for the ‘yogyakarta’ Category

Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz

21 Agustus 2008 bocahcilik 13 komentar

Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz

pertama kulihat di pameran buku IKAPI 2008. bertempat di jec, jogja expo center. sebuah qur’an yang special. karena merupakan edisi terjemah dengan tipe per kata langsung. jadinya masing-masing kata punya versi indonesia pas dibawahnya. sementara ini, kita hanya dapet terjemahnya bertempat di samping kanan-kiri atau di blok bagian bawah.
meski demikian di blok kanan dan kirinya masih ada terjemahan lengkap sesuai konteks kalimatnya.

so, dengan Al-Quran Terjemah Perkata Syamil Type Hijaz ini kita bisa mengetahui arti per kata. dan tentunya belajar dikit-dikit bahasa arab. misal ‘anin naba’il adzim (QS. 78:2). dengan cepat dan simple kita bisa merinci bahwa ‘an = tentang, naba’ = berita, ‘adzim = besar.

waktu itu, di salah satu etalase peserta pameran disana cuma tersisa satu. waktu nanya harganya , seratus lima puluh ribu mas. diskon jadi 135. ok ok, ntar dulu mbak, tak muter ke yang lain dulu. maksud hati pengin membandingkan dengan yang lain, eee ternyata qur’an tadi cuma satu-satunya dari seluruh toko yang ikutan disana. waktu balik lagi weee… sudah keduluan disambar orang. wuuuhh, bener-bener best telller nih.

jadinya inden deh. yah ga papa. sambil melihat ibu itu tersenyum puas, karena telah mendahuluiku memilikinya.

berita gembiranya, belum sempat seminggu, ada pameran buku lagi. tapi kali ini bertempat di gedung wanitatama, baratnya uin suka. untungnya mbak dari toko tadi ngasih tau bahwa sudah ada stok baru yang dateng. dan besoknya dapet deh.

bagi yang belum punya, aku recomend deh. bukan hak ustad ustad aja yang bisa mengerti qur’an. tapi kalo masalah pemahaman lebih lanjut, mestinya tambah referensi lagi.

related:

Sabtu Kemarin, Aku ke Solo

18 Maret 2008 bocahcilik 3 komentar

Kucari-cari koran bekas di tumpukan rak kamarku. Berharap masih ada koran yang memasang jadwal kereta prambanan ekspress Jogja-Solo. Sebentar kucari, beruntung, masih ada satu koran ibukota disana. Di halaman dua, di koran edisi lokalnya, sebelah kiri. Info kereta prameks dari Jogja ke Solo, untuk siang hari, berangkat dari stasiun Tugu tujuan Solo Balapan pukul 13.15.

Whazzup!!! Ini padahal sudah jam 12.55. Semburat, kuraih tasku. Entah apa isinya. Yang kuyakin ada STNK, SIM, kunci kendaraan, dan beberapa buku bacaan untuk waktu senggang. No parfum, no dandan, no prepare at all. Masalahnya? “kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting…jadi mendingan bla bla bla.”

Cukup lima menit dari tempatku sampai stasiun Tugu. Stasiun terromantis dambaan umat manusia. Okey, masih lima menit sebelum jam keberangkatan. Aku masih bisa tenang untuk membeli tiket. Dan duduk melihat-lihat suasana di kursi penantian. Keretanya belum nampak. Beberapa menit kemudian ada pengumuman kereta masih mogok di lempuyangan. Umm.. Maklum. “Kalo nggak begini bukan indonesia namanya,” celoteh spontan teman duduk samping kiriku.

Siang ini aku mau ke Solo. Rencananya jam tiga sore sampai di rumah sakit muwardi. Ketemuan sama temen-temen sma solo. Dan bareng-bareng bezuk guru smaku dulu yang sedang sakit disana. Kabarnya sih kritis. Tapi orang yang sakit dengan status kritis itu aku ngga tau kayak apa. Dan sakitnya juga sakit apa.

Meski aku menyebutnya guru, sebenarnya aku belum pernah diajar sendiri sama beliau. Tetapi aku diajar oleh dua putra beliau. Tidak jarang aku melihatnya berangkat ke sekolahan dengan jalan kaki. Nggak tau dulu itu beliau sudah usia berapa. Yang jelas sudah sepuh, tapi masih semangat dan “rosa”. Entah siang kali ini aku ringan tergerak menjenguk orang sakit. I don’t know. Mungkin karena kemarin, aku sudah mengatakan ya sama temen-temen, jadinya tetep berusaha untuk tepat janji dan tepat waktu. Nggak yakin.

Sepuluh menit berlalu, kereta belum juga datang. Kusempatkan untuk berhubungan dengan beberapa teman lewat sms. 13.24. Kereta baru tiba. Dua ratusan calon penumpang semburat bangkit dari penantiannya. Berebut masuk, berebut tempat duduk. Indonesia banget. Aku dapet di kanan pintu.

Sebentar kereta berjalan, ada ibu sama anak perempuannya berdiri di depanku. Kok yo pas di depanku, ngono lo. Yah akhirnya kulepaskan kekuasaan atas kursi ini. Sementara aku beralih status menjadi berdiri, kulihat masih ada beberapa ibu dan anaknya yang dibiarkan berdiri.

(Segini dulu, laper.. mau makan), lanjutannya : Sabtu Kemarin, Aku ke Solo

menunggu kereta di stasiun jatinegara

3 Maret 2008 bocahcilik 1 comment

entah genre perasaan apa yang menghinggapi pikiranku. aku merasa aneh duduk disitu. di lantai stasiun, tepat didekatku ada freezer salah satu minuman kaleng terkenal. aku melihat sekeliling. di samping kiriku duduk seorang mas berumur 25an taun. di kursi panjang agak jauh tempat aku duduk, ada beberapa laki sedang ngobrol ala kadarnya untuk membiarkan waktu lewat. namun kita bertujuan sama. menunggu kereta menuju jogja.

sementara di kejauhan ada seorang laki-laki menuju ke arahku. meminta belas kasihan. dia melangkah dengan dua tangannya. dua tangannya bersandal. kakinya hanya sampai dengkul. dia nggak bisa jalan pakai kaki.  kurogoh saku jaketku. aku kasih limaratus rupiah. disakuku sebenarnya ada lebih dari itu. ada limaratusan dua untuk jaga-jaga. aku malas membuka saku sisi dalam jaketku yang berisi beberapa lembar ribuan. sedangkan laki-laki yang disampingku ngasih seribu. yang lain pun tak ketinggalan. seribu rupiah untuk laki laki itu.

sekali lagi. aku merasa aneh. sangat aneh. baru tadi malam. tepatnya kemarin malam. aku nggak membayangkan hari itu aku bisa disana. di stasiun jatinegara. melihat riuh rendah manusia jakarta. ada yang menunggu kereta ke bekasi. ka er el terakhir. ada yang ingin pulang ke cirebon. dan banyak yang lain menuju jogja. jogjakarta.

drama kehidupan apa yang dialami setiap orang. peran apa yang sedang mereka mainkan. entahlah. aku sendiri juga heran, kenapa malam itu aku disana. mengapa. sekali lagi entahlah. aku menjalani apa yang harus aku jalani. aku tidak tahu.