Pekalongan, kota Batik


Wuiiihhh.. ternyata Pekalongan ini ruame poll…
Bandingkan dengan Solo, berani kayaknya.
Paginya yang indah, aku, sahid dan lanang muter ke pantainya.
Tapi sayang pantainya jelek. Cuma ngeliat deburan ombak dengan air laut coklat. 😦
Garis pantai telah dibangun pembatas beton ditambah tumpukan batu-batuan besar, untuk menahan laju erosi pantai. Dan juga… yang paling nggemesin lagi, rencananya diatas beton itu dibangun lagi pagar setinggi 2.5 meter. Katanya sih biar jadi tambahan penghasilan pemerintah daerah, sehingga yang masuk situ musti bayar… HUH

Setelah itu mampir ke Masjid agung Pekalongan. Mayan gede…
Yang mengesanklan disini adalah ketika ngeliat board pengumuman perolehan kotak infaq  tiap jumat mendapatkan uang sejumlah 1 jt lebih sekian gituuu. Weee sip juga.
Tapi pas ke tempat turasan, dan tempat wudlu… 😦 uuuhhh kotor, bau, pokoknya ga layak deh…

Saran ke takmirnya: Mana tuh 1jt tiap minggu… kok cuma untuk kebersihan aja ga diberesin!!!

Setekah puas ngeliat-liat, balik ke kandang. Dan perjalanan dimulai lagi nih…

Tapi pas pamitan musti berbasa basi dulu nih ama Bapaknya Lanang….
Dengan posisi anak-anak ya keluarnya cuma: nggeh, injih…, ooooo…., ehhmmm. 🙂

Yau dah pamit lanjut ke Cilacap.

Iklan

2 thoughts on “Pekalongan, kota Batik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s