Menertawakan diri sendiri

Hehehe…

Hiihihihi…

Kekeke….

Wakakaka…

Terpaksa aku menertawakan diriku yang dua tahun yang lalu.

Diriku , aku , sikapku, atau  everything-lah yang melekat dengan ke-aku-anku.

Simpulannya… ya berarti ada perubahan dong mengenai “aku”-ku.
Perubahan ?

Perubahan apa dulu ? dan yang berubah apanya ?

Paling-paling berubah kaya’ berubahnya Ksatria Baja Hitam (pen: boleh pakai RX, boleh ndak). Ngga’ kok ini perubahannya sedikit demi sedikit, step by step, ya kaya’ evolusi lah, seperti itu. Jadinya… hampir tidak terasa, dan dalam satu titik tertentu (titik yang mana lagi ? titik sandora apa titik puspa ???) , akan terasa perubahan dalam kualitas relevan dan signifikan.

Dan, dari titik satu ke titik ke depan tersebut (kalau digambarkan secara matematis) akan membentuk grafik dalam beberapa kemungkinan. Pertama, linear. Dan yang kedua, eksponensial.
Eksponensial bisa berupa quadratik, qubik, dan seterusnya.
Tergantung faktor yang dibangkitkan dari internal sendiri atau dari faktor eksternal (bisa berbagai macam, tergantung dengan lingkungan seseorang, lifestyle, geografik, negara, dan lain-lain).

Ada kutipan seseorang yang sangat dikenal oleh publik Indonesia (tetapi ya relatif sih, kalo simbah yang tiap harinya ke sawah, macul, angon sapi, njabuti suket, kemungkinan besar 68 % nggak tau) seperti ini:

“Buat apa menghindar? Cepat atau lambat, suka atau tidak, perubahan hanya
soal waktu. Semua boleh berubah, semua boleh baru, tapi satu yang harus
dipegang : Kepercayaan”

Ada yang kenal dari siapa ini ?

Oke saya beri pilihan :

A… Tukul arwana

Bhe…. Soekarno

Cheheee… George Washington

Dhee.. Benjamin Franklin

E… Soe Hok Gie

(Sengaja sampai E supaya standard UMPTN lah…)

Tapi kok pilihan pertama harus tukul ? (terserah aku toh, wong yang nulis dan buat tulisan aku kok… gitu aja kok nanya ?)

Jawaban dikirim pake kartu pos ya.. jangan pake SMS. Bosen. mosok dikit-dikit sms, dikit-dikit sms.

Ke alamat dibawah ini: PO BOX 101001 MLG 456789

paling lambat 29 Februari 2008 aja.

….

Udah ya nggamblehnya….

Sebagai penutup, aqulu qouli hadha astaghfirullooohi walakum, fastabiqul khoirot

Wassala mu ‘alaikum wr. wb

*jadi teringat pas KKN di mBantul🙂

2 pemikiran pada “Menertawakan diri sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s