ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Sabtu-Minggu kemarin (12-13 Januari) aku nyempetin main ke Surabaya. Karena saking suntuk-suntuknya di kosan, sampai bingung mau apa. Dari Jogja tengah malem, sampainya di Surabaya pagi jam lima-an. Pakai bus 24 jam Jogja – Surabaya.

Tujuan utama sih sebenarnya cuma pindah tempat tidur😛 di kosan temen. Kosannnya sendiri berlokasi di sekitaran ITS, jalan Arief Rahman Hakim (nih jalan pasti dikeramatkan mahasiswa-mahasiswa ITS, sebagaimana jalan Gejayan di Jogja, atau jalan Glagahsari untuk anak-anak UTY dan UAD).  Tetapi ternyata malemnya, temenku bersama temen-temennya (dan temennya temen temenku itu) telah merancang acara dadakan. Dan, judulnya adalah “mengunjungi buaya buntung di Kebun Binatang Wonokromo. Buaya buntung??”

Buaya Buntung

Kok pake ini sih?? Habisnya… masa’ toilet / WC manusia dijejerin sama kandang reptil. Akhirnya dapet istilah buaya buntung-nya Dono Kasino Indro. Masih inget ?? Hehe jorok…

Kebun Binatang

Masih inget dulu waktu kecil, sudah berulangkali diajak piknik kesini. Sudah hampir dua-puluhan tahun. Namun kayaknya hewannya nggak ganti-ganti. Dari dulu ya sama. Apa mungkin hewannya tua’an daripada aku ya??…
Yah begitulah kebun binatang saat ini. Seperti di Jurug Surakarta. Grafiknya stagnan selebihnya menurun.

Disini, ada beberapa hal yang menarik –setidaknya untuk diambil perhatian sedikit lah ya–:

  • Ada satu hal yang bikin janggal. Masak hewannya kebanyakan nggak ada pasangannya. Leopard cuma satu. Jaguar cuma satu. Cheetahnya cuma satu. Jerapahnya cuma satu. Bisonnya cuma satu. Istri apa suaminya mana?? Dah pada janda apa duda semua ya… Atau mungkin malah masih perjaka??? Kan kasihan…
  • Yang banyak bikin aksi tuh yang beruang. Sering berdiri menyambut lemparan kacang fans-nya. Ya persis Tukul Arwana di Empat Mata kalau malam.
  • Ada hal lain lagi, yaitu banyak pohon besar-besar yang tumbang. Ada beberapa yang menimpa kandang binatang, sehingga penghuninya harus ditaruh di kandang yang kecil. Mesa’ake
  • Satu lagi, di samping kebun binatang tepat, sedang dibangun gedung tinggi yang tingkatnya entah berapa… Jadinya cuaca disitu panas banget. Mana pohonnya dah pada tumbang lagi…
  • Karcis masuknya 10.000. Mahal apa murah?? Kayaknya murah deh. Ya itung-itung mengasihani hewan-hewan langka tersebut. Termasuk buaya buntungnya hehe…

ITS

Tidak seperti namanya yang besar, ternyata kampus ITS sangat-sangat sederhana. Kesan yang terasa adalah mengedepankan fungsional, simple, dan arsitektur secukupnya (terutama yang arsitektur itu). Setidaknya kalau dibandingkan dengan UGM, UNDIP, atau malah UAD. Kalau yang disebut paling akhir ini lebih karena menjunjung tinggi almamater🙂. Ini ITS lo, rektornya aja jadi mentri Kominfo.

Namun, dengan posisinya diapit blok perumahan-perumahan super mewah apa nanti ITS juga akan terjual. Dan diganti bangunan yang super keren tapi di pinggiran. Kaya IPB.

Link anak-anak ITS:

2 pemikiran pada “ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

  1. Hmmm… syukurlah jikalau masih ada orang yang beranggapan ITS tu besar😛

    Seiring arus kebijakan internal yang akan menggiring kampus menuju PT-BHP, rupanya hal ini dipandang banyak developer properti sebagai peluang yang menggiurkan. Dengan adanya pergeseran kelas sosial ekonomi masyarakat kampus mereka berlomba-lomba membangun perumahan, dan bhakan apartemen di sekitar kampus. jadi mungkin kampus saya belum akan tergusur😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s