Sabtu Kemarin, Aku ke Solo

Kucari-cari koran bekas di tumpukan rak kamarku. Berharap masih ada koran yang memasang jadwal kereta prambanan ekspress Jogja-Solo. Sebentar kucari, beruntung, masih ada satu koran ibukota disana. Di halaman dua, di koran edisi lokalnya, sebelah kiri. Info kereta prameks dari Jogja ke Solo, untuk siang hari, berangkat dari stasiun Tugu tujuan Solo Balapan pukul 13.15.

Whazzup!!! Ini padahal sudah jam 12.55. Semburat, kuraih tasku. Entah apa isinya. Yang kuyakin ada STNK, SIM, kunci kendaraan, dan beberapa buku bacaan untuk waktu senggang. No parfum, no dandan, no prepare at all. Masalahnya? “kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting…jadi mendingan bla bla bla.”

Cukup lima menit dari tempatku sampai stasiun Tugu. Stasiun terromantis dambaan umat manusia. Okey, masih lima menit sebelum jam keberangkatan. Aku masih bisa tenang untuk membeli tiket. Dan duduk melihat-lihat suasana di kursi penantian. Keretanya belum nampak. Beberapa menit kemudian ada pengumuman kereta masih mogok di lempuyangan. Umm.. Maklum. “Kalo nggak begini bukan indonesia namanya,” celoteh spontan teman duduk samping kiriku.

Siang ini aku mau ke Solo. Rencananya jam tiga sore sampai di rumah sakit muwardi. Ketemuan sama temen-temen sma solo. Dan bareng-bareng bezuk guru smaku dulu yang sedang sakit disana. Kabarnya sih kritis. Tapi orang yang sakit dengan status kritis itu aku ngga tau kayak apa. Dan sakitnya juga sakit apa.

Meski aku menyebutnya guru, sebenarnya aku belum pernah diajar sendiri sama beliau. Tetapi aku diajar oleh dua putra beliau. Tidak jarang aku melihatnya berangkat ke sekolahan dengan jalan kaki. Nggak tau dulu itu beliau sudah usia berapa. Yang jelas sudah sepuh, tapi masih semangat dan “rosa”. Entah siang kali ini aku ringan tergerak menjenguk orang sakit. I don’t know. Mungkin karena kemarin, aku sudah mengatakan ya sama temen-temen, jadinya tetep berusaha untuk tepat janji dan tepat waktu. Nggak yakin.

Sepuluh menit berlalu, kereta belum juga datang. Kusempatkan untuk berhubungan dengan beberapa teman lewat sms. 13.24. Kereta baru tiba. Dua ratusan calon penumpang semburat bangkit dari penantiannya. Berebut masuk, berebut tempat duduk. Indonesia banget. Aku dapet di kanan pintu.

Sebentar kereta berjalan, ada ibu sama anak perempuannya berdiri di depanku. Kok yo pas di depanku, ngono lo. Yah akhirnya kulepaskan kekuasaan atas kursi ini. Sementara aku beralih status menjadi berdiri, kulihat masih ada beberapa ibu dan anaknya yang dibiarkan berdiri.

(Segini dulu, laper.. mau makan), lanjutannya : Sabtu Kemarin, Aku ke Solo

3 pemikiran pada “Sabtu Kemarin, Aku ke Solo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s