Isra Mi’raj yang terlewat


isra mi’raj. ya kita sudah tau itu. semua orang islam di indonesia juga tau. hari rabu kemarin. karena bertepatan dengan 27 rajab, maka tanggal itu dijadikan hari libur nasional. untuk menghargai umat islam dalam merayakan peringatan untuknya.

isra mi’raj sangat penting kedudukannya dalam agama islam. karena dalam peristiwa inilah, perintah kewajiban salat lima waktu dalam sehari itu dikeluarkan. memang sebelumnya ga pada salat apa? (tau tuh, tanya aja ustad). mmm, untuk cerita lengkapnya bolehlah membaca sebentar ulasan dari m. syamsi ali disini.

saya belum belajar banyak mengenai apa sebenarnya hikmah salat yang sebenarnya bagi manusia. sampai-sampai nabi yang diangkat ke langit cuma diperintahin untuk membawa kewajiban salat untuk umatnya. coba bayangin, orang astronot naik ke luar atmosper bumi, suruh bolak-balik untuk membawa perintah salat. apa ga rugi tuh.

kabah
ka'bah

yang jelas, seandainya orang islam pada tau apa sebenernya manpaat salat, saya kira orang islam ga pada males males untuk mengerjakan salat. dan tentunya bukan penjelasan, kalo kamu solat kamu masuk surga. kalo kamu ga solat, kamu bakal disiksa di neraka. basi.

oke, bergeser topik sedikit. dulu, jamannya pak harto berkuasa, tiap peringatan hari besar gini pasti ada seremonialnya. biasanya di istiqlal. ada ceramah pak kiyai haji zainuddin mz. dulu belum biasa dipakai ustad. dan pak zainuddin jadi satu-satunya orang yang punya kekuasaan ngomong religi pada zaman itu. sekarang anak lulus smp asal bisa ngajarin ngaji a-ba-ta tiap sore aja dipanggil ustad. jadi pak ustad. atau mas ustad. atau mbak ustad ??? (kalo putri mah ustajah)

memang sih itu kebiasaan bagus. tapi karena terlalu sering dan tiap taun juga gitu-gitu aja, akhirnya ya tinggalah jadi kebiasaan. sudah biasa. seperti tadi, BASI. yang lain bilang, “basbang !” kehilangan roh. kehilangan makna.

tetapi itu bukan artian bahwa yang basi itu jelek loh. tetep bagus. cuma kurang kreatif dikit lah.

dan, seiring berjalannya roda waktu. lain dulu lain sekarang. dulu yang keliatan agamis religius. sekarang yang bebas merdeka.

isra mi’raj yang saking dihormatinya sampai dijadikan hari libur nasional hanya sebatas dijadikan hari libur lain-lainnya. hari untuk liburan-plesiran-ke pantai. hari untuk melepas kebesingan-kepenatan kerja. tanpa peringatan. tanpa ceremonial. tanpa makna.
liat aja di tv hari rabu kemarin. saya hanya melihat spot grafis pendek beberapa di trans7. station lain malah sedikitpun ngga ada.
dan memang sebagian masyarakat pun demikian. (emang lu dah survey ?)

emang sih belum di-survey tapi yah diliat secara umum kan gitu. libur berlalu. esok hari kerja lagi. berbalut dengan rutinitas zombi. dan saya mengalah kepada orang yang menuhankan survey. makan tuh survey-mu.

Iklan

1 thought on “Isra Mi’raj yang terlewat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s