Senin yang malang


senin itu sering kita jumpai ketika kemarinnya adalah hari minggu. senin datang tak diundang. senin datang tak perlu ucap salam. senin akan datang menemuimu, menjemputmu, memaksamu menjalankan roda rutinitas yang sangat sangat membosankan.

senin seperti selayaknya yang lain sebenarnya hanya menjalankan rutinitasnya juga. dia hanya muncul sehari. selebihnya dia menyerahkan kekuasaannya ke yang lain. entah selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu. namun hanya dia datang ketika minggu berakhir, caci maki itu sepertinya pantas ia dapatkan.

senin akhirnya sering mendapatkan perlakuan tidak adil dan berlebihan dari masyarakat banyak. entah anak sekolah, pegawai kantor, eksekutif, pejabat dpr, dan apakah presiden juga merasakan demikian?
tiap minggu ia dapatkan perlakuan itu.

senin dibenci anak sekolah karena tiap ada senin selalu ada upacara bendera. dimana disana mereka diharuskan berdiri selama berjam-jam, dibawah terik matahari. seringkali yang tidak kuat harus masuk ruang uks. itu gara-gara senin. coba kalo yang lain, tidak akan terjadi seperti itu. saat minggu datang mereka bisa molor seharian, tertawa di pagi hari, nonton doraemon dan sinchan. hanya gara-gara senin,…

senin dibenci oleh sebagian besar pegawai, staff, karyawan. senin datang, permasalahan datang. rutinitas, deadline, akan kembali dijumpai oleh mereka. senin dianggap merusak kebahagiaan minggu mereka. senin meluluh-laknatkan liburan mereka. oh,,, senin.

padahal senin akan selalu hadir ketika minggu berakhir. senin akan hadir sepekan sekali. senin akan hadir empat kali sebulan. senin akan hadir 48 kali dalam setahun !!! wow… senin kenapa kau selalu menghantui kami….

entahlah, kita selalu menyalahkan senin. “dan ini semua gara-gara senin!”. tetapi kita tidak bisa mengelak atas keberadaan senin. senin tidak pantas didemo. senin juga tidak pantas dienyahkan dari muka bumi. kita tidak perlu minta tolong satpol pp untuk mengusir senin.

nyatanya senin masih nongkrong di setiap kalender. kalender meja, kalender dinding, sistem komputer, “windows” kita, arloji. senin terlalu dalam masuk ke kehidupan kita.

dan, senin sebenarnya juga nggak peduli dengan segala caci maki kita. senin juga ga bertanggung jawap dengan segala penderitaan yang ditimbulkannya. seperti yang lain senin hanya menjalani dirinya sendiri.

senin, bagaimanapun juga, diakui atau tidak, juga sangat berjasa bagi kita. senin menjemput pagi. mengawal matahari dari ufuknya. dan senin juga memberi satu kolom istimewanya bagi yang lahir bertepatan dengannya.

yah… senin. hari ini aku kesel banget. gara gara senin kah?

Iklan

One thought on “Senin yang malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s