ah teori !

sabtu siang aku menyelesaikan bab ke 4 buku itu. bukunya tidak terlalu tebal. sampulnya aja yang hardcover.

tentang metode belajar. umumnya sih begitu. tetapi sebenarnya yang dimaksudkan dalam buku itu tidak demikian. buku ini memaparkan bagaimana kita bisa melakukan sesuatu dengan baik setelah kita telah banyak mempelajari teorinya.

ya. ada dua kata kunci utama. teori dan praktis. hubungannya ? kesenjangan antara keduanya.

teori yang telah kita serap seringkali berhenti sebatas teori tanpa ada realisasi praktiknya. praktik semakin sulit dijangkau karena teori yang telah diterima tadi malah sudah kelupaan.

teori bisa kita peroleh dari membaca buku. mengikuti seminar, pelatihan, kursus, dan pemaparan teori lain. bisa juga dengan menyimak dosen di kelas.

oke, ambil contoh si dian. mahasiswi semester empat uad. dian kemarin tertarik mengikuti seminar “menulis itu mudah”. di salah satu fakultas sastra universitas negri di jogja. dian menghabiskan waktu seharian untuk menyimak pemaparan-pemaparan pembicara disana. para pembicaranya tidak tanggung – tanggung. beberapa redaktur surat kabar dan penulis kolom hadir disana.

besoknya, dian sudah kembali ke rutinitas hariannya. alih-alih segera menerapkan teori yang didapatkannya kemarin, untuk mengingat poin-poin yang pembicara sampaikan saja sudah kepayahan.
ya kita tidak fokus karena kebanyakan teori yang diserap dan kehilangan waktu untuk segera mempraktekkannya.

dan contoh nyata lainnya adalah perilaku sebagian (besar ?) mahasiswa. tanpa survey pun sudah jamak diketahui bahwa materi yang disampaikan dosen bahkan sudah terlupakan begitu mahasiswa keluar kelas. ya ngga begitu-begitu amat sih… tetapi juga nggak jauh jauh dari situ.
kalau pengalaman sendiri sih, kuliah jarang, bahan ngopi 15 menit sebelum ujian. ujiannya open book. persoalannya belum berakhir disitu, ternyata soalnya sama sekali tidak ada di bahan ajar. akhirnya mengarang bebas pun dimulai. satu semester itu? 3 sks, per sks nya 75 rebu. apa yang kita peroleh? (mending dibeliin taro rasa lumut laut aja, kenyang)

mengapa demikian? dan siapa yang salah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s