because newer is not always better

Punya komputer dengan spek tinggi bukan berarti bisa langsung menjalankan program dengan semakin cepat. Bahkan mungkin kita malah mendapatkan pengalaman yang lebih buruk dengannya. Tanya kenapa? karena munculnya hardware tinggi juga diikuti pemakaian software versi terbaru yang makin boros sumber daya pula.

Oldversion.com
Oldversion.com

Meski komputer kita saat ini sudah disusun dengan prosesor core duo berkecepatan 2.5 ghz, memori-nya memakai ukuran 256 mb, tetapi baru browsing sebentar saja sudah leletnya minta ampun. Apalagi jika ditambah memutar mp3 dengan windows media player. Seakan telunjuk ini gatal untuk segera mencet tombol restart.

Dahulu, kita enjoy saja mendengarkan mp3 dengan winamp versi jadul. Dan mengetik word dengan office versi jadul pula. Apalagi waktu itu sudah ditambah satu keping memori tambahan ukuran 128 mb. Seiring berjalannya waktu, muncul winamp versi gress yang menawarkan bermacam fasilitas. Yang sebenarnya juga ngga seberapa manfaatnya bagi kita. Dan malah, kadang-kadang membawa masalah. Bikin hang, komputer menjadi super lambat, dan keluhan lain. Begitu juga dengan program-program lain yang merayu-rayu pengin diinstall pula.

Untuk saat ini, malah ada yang bikin sebal dan memuakkan. Apalagi jika komputer kita selalu terhubung dengan internet. Program-program baru itu dengan seenaknya mencuri bandwith kita dengan otomasi mengupdate dirinya sendiri. Seolah memaksa kita untuk mau dijejali dengan “sampah” yang sebenarnya ngga perlu kita makan. Malah kadang-kadang, setelah kita turuti permintaan update-nya, di komputer kita timbul masalah baru. Ngga mau menjalankan program tertentu, crash dengan program yang lain, beberapa malah disinyalir membawa eksekusi-eksekusi jahat.

Sejujurnya, apakah kita membutuhkan program-program versi terbaru itu? Apakah dengan program lama kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan kita? Dan, apakah kita merasa diuntungkan dengan fasilitas itu atau “kita dipaksa merasa beruntung” memperoleh bermacam-macam free update, dan sebagainya dan sebagainya.

Saya saat ini paling muak dengan salah satu program yang paling berdayaguna tetapi membikin semakin lemot komputer. Yaitu, adobe acrobat reader. Dengan fasilitas hampir tidak bertambah, dari dulu juga fungsinya itu-itu saja, tetapi saat ini amat sangat membikin repot. Update otomatis yang gede-gedenya minta ampun, dan sekian banyak actionnya. Memang sih kita bisa mengatur non aktif opsi tersebut. Tetapi kenapa harus didefault auto update sementara kita pertama kali nginstall tidak dikonfirmasi terlebih dahulu. Dan settingan opsi ini semakin ditempatkan secara tersembunyi.

Mau mencari versi jadul software di official sitenya? ya jarang ditemukan. Wong mereka berkepentingan agar kita memakai versi teranyar itu je.

Tetapi, hari ini saya seperti mendapatkan sedikit anugerah. Yah meski tidak sesenang mendapatkan cintanya bunga citra lestari. Ataupun senyuman indah asmirandah sih. Web oldversion.com. Menyediakan versi-versi lawas program-program “box office” jadul. Memungkinkan kita memilih software dengan versi yang kita inginkan untuk digunakan. Mungkin berguna juga bagi anda.

3 pemikiran pada “because newer is not always better

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s