Demi waktu yang cepat berlalu

Allah ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”

Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

Ibnul Jauzi juga mengatakan nasehat yang sudah semestinya menjadi renungan kita, “Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti. Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan.”[1]

‘Umar bin Khottob mengatakan,

إنِّي أَكْرَهُ الرَّجُلَ أَنْ أَرَاهُ يَمْشِي سَبَهْلَلًا أَيْ : لَا فِي أَمْرِ الدُّنْيَا ، وَلَا فِي أَمْرِ آخِرَةٍ .

“Aku tidak suka melihat seseorang yang berjalan seenaknya tanpa mengindahkan ini dan itu, yaitu tidak peduli penghidupan dunianya dan tidak pula sibuk dengan urusan akhiratnya.”

Ibnu Mas’ud mengatakan,

إنِّي لَأَبْغَضُ الرَّجُلَ فَارِغًا لَا فِي عَمَلِ دُنْيَا وَلَا فِي عَمَلِ الْآخِرَةِ

“Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”[2]

Semoga Allah selalu memberi kita taufik dan hidayah-Nya untuk memanfaatkan dua nikmat ini dalam ketaatan. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang tertipu dan terperdaya.

 

[1] Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar, 18/219, Mawqi’ Al Islam

[2] Dua perkataan sahabat ini terdapat dalam Al Adabusy Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 4/303, Mawqi’ Al Islam

Sumber :

Iklan

pulau kota itu adalah Jawa

dengan semakin terbukanya akses ke pelosok Jawa, maka kemungkinan berkembangnya sebuah tempat yang dulu tidak terbayangkan bisa saja terjadi.

dahulu, jalur sungai untuk saling terhubung dengan satu tempat dan tempat lain, dikenal jalur solo-gresik melalui bengawan solo. otomatis, pinggir sungai menjadi tempat strategis untuk mengakses jalur tersebut. berkembang juga istilah daerah penyeberangan atau tambangan. yang saat ini masih bisa dijumpai jika tidak ada jembatan penghubung.

apakah terbayangkan dahulu bagaimana kalo pas mudik dan balik.

lewat bengawan solo, bertemu di tempuran ngawi, bertemunya bengawan madiun, dan ke timur lagi, ke tuban, ke lamongan ke gresik.

pengganti jalur sungai, ada jalur darat, dengan semakin lancarnya pembangunan di jaman belanda dan diteruskan pemerintah orde baru. jembatan-jembatan dibangun dan eksis hingga kini.

jalan raya pos dibangun jaman daendels. awal 1800-an. menghubungkan titik-titik di pantai utara. tempat keramaian semakin berkembang antara titik pelabuhan dan akses antar kota.

sebelumnya, saat mataram mengirim bala tentaranya menyerang batavia, bisa jadi telah ada jalur darat yang signifikan, karena buat lewat bahan makanan, senjata, setidaknya grobak sapi bisa lewat kali ya.

tahun 2014. pemerintahan jokowi merealisasikan jalan tol trans Jawa. sebagian dibangun di samping jalur pos dan sebagian di jalur tengah Jawa. tidak perlu lewat jogja.

dahulu, pulau ini hanyalah hutan, dibuka sedikit-sedikit menjadi sawah. rakyat bermukim di dekat area persawahannya. yang namanya kota saat itu adalah kota kerajaan.

saat ini pertumbuhan berpusat di kota-kota. kota yang ramai karena dulu adalah kerajaan. atau dulu berkembang karena fasilitasi belanda. atau berkembang karena akses pelabuhannya. atau perkebunannya. atau banyaknya kampusnya.

belum lagi akan dimulainya keramaian jalur baru tersebut.

dan karena memang ada orang yang sengaja bikin kota baru. kota satelit yang dirancang lengkap dengan fasilitas jasa, pendidikan, ekonomi, hiburan, dan seterusnya.

Jawa semakin cepat. Jawa semakin padat. Jawa semakin penat.

Jogja: Gini Rasio Tinggi, Indeks Kebahagiaan Juga Tinggi; MANTAB JIWA

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Satu hal yang bisa dibilang mencengangkan, saat mengetahui Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini, tercatat sebagai provinsi dengan nilai gini ratio paling tinggi di Indonesia, dengan presentase mencapai 0,43 persen.

Angka tersebut melampaui nilai gini ratio nasional, yakni sebesar 0,393, yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2017 silam.

Gini ratio sendiri, menggambarkan tingkat ketimpangan ekonomi masyarakat, yang diukur dari pengeluaran penduduknya.

Akan tetapi, menariknya, meski memiliki angka ketimpangan ekonomi tertinggi di tanah air, DIY merupakan daerah dengan indeks kebahagiaan tertinggi di Pulau Jawa.

Berdasar data dari BPS, indeks kebahagiaan masyarakat Yogyakarta berada di angka 72,93 persen.

Rentetan fakta tersebut, turut disoroti oleh Koordinator jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, saat menghadiri agenda diskusi ‘Mengatasi Kesenjangan Sosial di Indonesia’, yang digagas oleh perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti), di Westlake Resort, Yogyakarta, Rabu (3/1/2018).

Alissa mengatakan, untuk membicarakan polemik yang terjadi di DIY ini, bisa dihubungkan dengan kaedah sosiologi, yang selama ini didalaminya.

Ia berujar, indeks kebahagiaan, belum tentu menggambarkan kualitas kehidupan mayarakat yang berada di tengah ketimpangan.

“Kalau digali lebih dalam, ketimpangan ini soal kualitas kehidupan masyarakat. Jadi, bukan sekadar merasa bahagia, merasa itu kan perspektif. Bicara kualitas kehidupan, itu ada indikatornya. Apakah itu terjadi di Yogyakarta?” tambahnya.

Walau begitu, putri sulung mendiang Presiden RI ke empat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut bisa menerima jika DIY memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi.

Menurutnya, hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh lokal wisdom, atau kearifan lokalnya.

“Masyarakat Yogyakarta bisa merasa bahagia, karena lokal wisdom-nya itu harus menerima, atau istilahnya nrimo ing pandum (menerima segala pemberian). Jadi, bagaimanapun keadaannya, ya harus menerima, mengikhlaskan,” jelasnya.

“Sehingga, memang kehidupannya tidak terlalu terpengaruh oleh materi. Ini yang menyebabkan gini ratio tidak terlalu berdampak pada perasaan bahagia, atau tidak,” imbuh Alissa.

Ia pun berujar, bahwa dirinya pernah mendengar dari Romo Mangunwijoyo, kalau kearifan lokal itu terjadi bukan tanpa sebab.

Lanjutnya, perubahan kultur tersebut terjadi pada masa Sultan Agung, setelah Kerajaan Mataram terbelah menjadi dua bagian.

“Kemudian, setelah Kerajaan Mataram terbelah menjadi dua, muncul nilai-nilai baru. Tadinya, Laskar Mataram itu fighter, lalu fokusnya beralih ke tentrem nang ati, sentosa, begitu,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Gini Ratio DIY Berbanding Terbalik dengan Indeks Kebahagiaan, http://jogja.tribunnews.com/2018/01/03/gini-ratio-diy-berbanding-terbalik-dengan-indeks-kebahagiaan?page=all.
Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti

Bisa jadi positif, bisa jadi negatif.

Positif bahwa rakyat tidak ada masalah meski ketimpangan ekonomi tinggi. artinya meski timpang,, tapi rakyat tidak akan terjerumus untuk menuntut – demonstrasi – atau apapun namanya protes, anarki, dll. Jogja bagaimanapun kondisinya tetap akan adem ayem.

Dungone:”Duh gusti paringono ingsun, kuat mlarat…”

Negatifnya, merasa bahwa everything is ok, yang seharusnya bertugas memeratakan kesejahteraan, merasa tugasnya sudah selesai. toh masyarakatnya juga sudah bahagia. berarti sudah tidak ada masalah.

Pengalaman saya bergabung dalam komunitas Nusaresearch

Keinginan untuk memperoleh penghasilan dari internet mungkin menjadi cita-cita bagi sebagian besar generasi millenial saat ini. Bisa jadi dari adsense, click bucks, jualan online, admob, endorser instagram, ataupun youtuber terkenal.

Masih teringat ketika Pak Jokowi menanyai cita-cita salah seorang siswa, ingin jadi apa cita-citanya? Jawabnya, Youtuber, Pak.

Semuanya memungkinkan untuk menghasilkan uang, namun tentu musti diiringi pula dengan perjuangan tak kenal lelah, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang tak sedikit, dan membutuhkan ketelatenan.

Tak jarang pula, sebelum semuanya menghasilkan pecah telor pendapatan pertama, motivasi untuk terus melanjutkan perjalanan tersebut terhenti di tengah jalan. Ditelan kesibukan lainnya yang lebih cepat dan jelas hasilnya.

Salah satu alternatif untuk memperolah penghasilan dari internet adalah bergabung dalam komunitas Nusaresearch. Seperti cerita saya sebelumnya, pengalaman bergabung dengan nusaresearch, Nusaresearch memberikan reward dari pengumpulan poin seorang panelis sebagai hasil dia mengerjakan task-task survey. Survey tersebut merupakan permintaan dari klien agar diisi oleh panelis.

Semakin banyak survey yang diisi, poin panelis semakin bertambah. Hingga poin tersebut mencapai jumlah tertentu, bisa ditukar dengan reward berupa uang tunai yang bisa masuk ke rekening bank, melalui paypal ataupun ipaymu. Bisa juga ditukar dengan pulsa, deposit pulsa, go-pay, ataupun barang-barang menarik lain jika melalui reward center.

Reward dari Nusaresearch tidaklah besar, namun pasti dibayar. Sekali lagi, pasti dibayar.

Boleh jadi, anda yang telah bertahun-tahun memiliki akun adsense, pasang kode sana-sini, namun hingga saat ini belum bisa ditukar juga dollarnya karena belum memenuhi batasan pencairan. Atau, sewaktu mau cair, ehh… tiba-tiba dibanned.

Nah, pengalaman saya bergabung dengan komunitas Nusaresearch selama kurang lebih 5 tahun terakhir tidaklah mengecewakan, atau mungkin bisa disebut lumayan. Lumayan buat main-main klak-klik di internet bisa dapat duit. Meski begitu, Nusaresearch tidak menjanjikan memberi penghasilan seperti layaknya kita bekerja betulan dengan gaji misal di atas UMR sebulan. Duit Nusaresearch cukup buat uang tambahan jajan. Sambil mengisi waktu luang menjalani hectic-nya pekerjaan.

Terhitung kurang lebih 2 juta saya kumpulkan, untuk tambah-tambah beli asesoris komputer, atau kebutuhan tidak mendesak lainnya.

Komunitas Nusaresearch

Nusaresearch, selain web untuk member/anggota/panelis, dan web klien, juga merawat sosial media dengan sangat baik. Setiap hari posting status baik di halaman pages FB, group FB, twitter, dan instagram. Di sela postingan biasa, cukup sering muncul kuiz dadakan yang berujung penambahan poin. Sangat layak buat anda yang selalu engaged dengan gadget di tangan.

Sembari gesar-geser layar, mampir ke aplikasi Nusaresearch, dan pantengin sosial medianya, poin selalu bertambah.

Hingga, sebutan sebagai top online research in Indonesia, dan komunitas Nusaresearch sudah pas lah kalau disebut begitu. Terlebih lagi Nusaresearch mengembangkan juga page Testimonial, ratusan testimoni panelis terekam disitu dengan segala macam komentar riil, tanpa edit-edit. Semuanya tentang pengakuan untuk Nusaresearch. Anda kapan?

#nusablogging #nusaresearch USERNAME: ahmed

Pengalaman bergabung dengan Nusaresearch

Nusaresearch adalah salah satu penyedia survey online di Indonesia. Dia menerima orderan dari pihak tertentu untuk mengadakan survey buat mengetahui respon kalangan konsumen Indonesia. Pihak pengorder disebut survey klien. Pihak yang disurvey disebut panelis.

Nusaresearch sendiri merupakan anak perusahaan dari sebuah perusahaan Jepang. Masuk ke Indonesia akhir tahun 2012. Sampai saat ini, 1 Maret 2018, anggota panelisnya mencapai 266.310 orang Indonesia.

Selain Indonesia dan Jepang, dia juga mengembangkan cabang di Vietnam dan Thailand. Dan, sampai saat ini terdapat 795.425 seluruh panelis Nusaresearch dari 4 negara tersebut.

Saya iseng-iseng ikut mendaftar sebagai panelis Nusaresearch awal 2013, masih jaman SBY. Waktu itu anggotanya belum nyampai 30.000. Pada saat itu memang baru semangatnya mencari duit tambahan. Apapun diikuti dan dicoba. Model adsense, survey-survey, macam-macam survey dicoba. Sampai akhirnya ya Nusaresearch ini yang paling tahan lama, dan saya juga betah-betah saja.

Aktivitas menjadi panelis tentu ya mengerjakan survey, dapet poin, ditukar dengan hadiah. Bisa memilih apakah ditukar dengan pulsa, duit tunai melalui Paypal dan Ipaymu, ataupun bentuk-bentuk hadiah lain semacam stiker chatting dan deposit pulsa.

Hadiah yang terkumpul lumayan buat jajan. Meski kalau dikumpulkan bisa mencapai hampir 2 jutaan. Ya namanya iseng-iseng, hasilnya juga bukan untuk kebutuhan harian.

Dari sekian banyak aktivitas mendulang poin, selain mengerjakan survey, ada alternatif lainnya, yaitu: mengerjakan survey cepat, mencoba mengenalkan ke orang lain agar ikut mendaftar, dan mengikuti aktivitas promosi.

Mengenalkan ke orang lain bisa langsung face to face, bisa juga secara online, membuat artikel, lalu disertakan tautan referal. Sampai saat ini sudah lebih dari 850 orang yang mem-follow link referal saya.

Model promosi Nusaresearch
Salah satu image promosi nusaresearch di twitter

Aktivitas promosi semacam game, kuis-kuis, membikin artikel, dan lainnya yang muncul di waktu-waktu tertentu.

Intinya, mengikuti Nusaresearch untuk mengalihkan dari stuknya pekerjaaan. Iseng-iseng berhadiah. Seriusnya pas mengerjakan survey, hehe.

Mengetahui Tren Terkini
Selain memperoleh poin, secara tidak langsung kita juga bisa mengetahui tren ekonomi Indonesia dari Nusaresearch ini. Visinya menjadi “top online research in Indonesia” ditunjukkan dengan besarnya jumlah panelis memang sudah menjadi jaminan parameter pasar Indonesia.

Karena memang saat perusahaan ingin mengeksekusi program tertentu di pasar, mereka akan melakukan tes pasar dulu di Nusaresearch. Entah mau promosi model apa yang akan digelar, melempar produk baru, memilih produk mana yang sesuai selera pasar, dst.

Biasanya rame-ramenya survey keluar adalah saat mau lebaran, akhir tahun, dan menjelang event-event tertentu.

Selain itu, kita juga bisa melihat hasil-hasil survey yang menggambarkan masyarakat konsumen Indonesia. Baik yang serius digunakan untuk sumber-sumber acuan bisnis, ataupun yang ringan dan terkadang lucu (survey cepat).

Jaminan Legalitas
Nusaresearch mengikuti kewajiban sebagai perusahaan resmi yang masuk ke Indonesia. Saya pernah liat dokumen dia daftar di Kemenkumham. Lalu alamatnya jelas di Jakarta. Alamat website ada dua: buat klien dan buat panelis. Facebook, Twitter, Instagram dikelola dengan baik. Email juga dikelola dengan baik.

Hal tersebut sangat penting untuk menjadi jaminan bahwa dia ngga akan menggelapkan poin dengan semena-mena semacam model bisnis online yang lain. Tentu saudara-saudara sekalian pernah mengikuti berbagai macam model website pendulang poin, saat mau payout,,, ehhh websitenya amblas. Sudah capek berbulan-bulan mengumpulkan poin, hanya berakhir zonk.

Dengan reputasinya, Nusaresearch sudah banyak diliput banyak media, dijadikan rujukan hasil surveynya, dan perusahaan besar telah memakai jasanya.

Aplikasi Nusaresearch
Untuk memudahkan para panelis, Nusaresearch telah mengembangkan aplikasi untuk smartphone baik berbasis android ataupun iphone. Sehingga mengerjakan survey lebih mudah digunakan, lebih nyaman, dan menyenangkan.

#nusablogging #nusaresearch USERNAME: ahmed

 

Apa gunanya membaca berita?

apa pentingnya membaca berita?

pertanyaan ini muncul biasanya ketika sudah selesai membaca koran, sudah ngga ada yang menarik dibaca, ditaruh di meja begitu saja.

kisaran berita ya itu-itu saja, politik yang begitu-begitu saja, olahraga sepakbola kalau tidak menang ya kalah, balapan rossi yang ngga pernah podium, berita pendidikan ya paling-paling seminar workshop dan wisuda, kriminal yang tentu ngga ada habisnya di halaman tiga, korupsi, narkoba, kecelakaan abege mengendarai motor sambil maen hape boncengan bertiga.

gitu-gitu aja, jadi apa pentingnya?

 

Biaya Kuliah UTY 2017

Informasi Biaya Pendidikan & Sumbangan Pengembangan Akademik (SPA) T.A. 2017/2018Dalam Mata Uang Rupiah (Rp)

Program Studi Jenjang Akreditasi SPP TETAP
PER SEMESTER
SPP VAR
PER SKS
SPA
GEL. 1 *)
Akuntansi D3 A 1.500.000 150.000 10.000.000
Akuntansi S1 A 2.250.000 175.000 20.000.000
Manajemen S1 A 2.250.000 175.000 17.500.000
Manajemen Informatika D3 A 1.500.000 150.000 10.000.000
Teknik Informatika S1 B 2.250.000 175.000 16.000.000
Sistem Informasi S1 B 1.750.000 150.000 12.500.000
Bahasa Inggris D3 B 1.200.000 125.000 7.000.000
Bahasa Jepang D3 B 1.200.000 125.000 8.000.000
Sastra Inggris S1 B 1.500.000 150.000 11.000.000
Arsitektur S1 B 2.000.000 190.000 15.000.000
Teknik Sipil S1 B 2.000.000 190.000 15.000.000
Teknik Elektro S1 B 2.000.000 175.000 14.000.000
Sistem Komputer S1 B 1.500.000 175.000 12.000.000
Teknik Industri S1 C 1.250.000 150.000 10.000.000
Psikologi S1 B 1.500.000 150.000 13.000.000
Bimbingan dan Konseling S1 C 1.200.000 125.000 7.000.000
Pend. Teknologi Informasi S1 C 1.200.000 125.000 7.000.000
Pend. Bahasa Inggris S1 C 1.200.000 125.000 7.000.000
Perencanaan Wilayah Kota S1 C 1.200.000 125.000 8.000.000
Hubungan Internasional S1 C 1.200.000 125.000 8.000.000
Ilmu Komunikasi S1 C 1.200.000 125.000 8.000.000

 

*) Keterangan :

  1. SPA dapat diangsur 4 (empat) kali pada tahun pertama.
  2. Pembayaran Mahasiswa Baru saat her-registrasi (daftar ulang) adalah SPP Tetap + Angsuran 1 SPA (30%) + Dana Pra Kuliah Rp1.500.000,-
  3. Dana Pra Kuliah dikenakan sekali selama kuliah
Perhatian!

  • Apabila saudara mendapatkan perbedaan informasi biaya dari informasi yang ditampilkan website ini, maka informasi yang benar adalah dari Panitia PMB UTY.
  • Waspadalah terhadap segala macam bentuk penipuan melalui email, SMS, atau telepon yang mengatasnamakan UTY atau Panitia PMB UTY.

Seperti tercantum dalam web resmi http://pmb.uty.ac.id/utama/biaya yang diakses hari ini, 27-04-2017.